Stop Joking With ‘Autis’ Word

Dua kali sudah saya selesai baca novel milik Agnes Davonar yang judulnya My BlackBerry Girlfriend. Pertama karena ngga ada bacaan. Kedua karena saya sangat terganggu dengan banyaknya typo dan penggunaan kata autis sembarangan.

Ok, mari bercerita tentang buku ini. My BlackBerry Girlfriend ini menyabet predikat most reading online story, dengan pembaca mencapai 250rb kali dalam seminggu sejak dipublish. WOW. Jumlahnya fantastik memang. Bercerita tentang Martin dan Angel yang bertemu karena BlackBerry. Slapstick. Tapi memang terjadi di kehidupan nyata menurut Agnes Davonar.

Bab pertama kata autis banyak sekali dipergunakan mengingat Martin adalah pengguna baru Blackberry anyaran. Dan banyak salah eja salah kata plus kalimat yang ngga enak dibaca. Sorry, saya memang pembaca novel yang pengen mbaca dengan enak. Kalau ada salah eja sepertinya mengganggu. Belum lagi waktu Angel mbangga²in dia lulusan perhotelan dari Swiss plus lulusan UPH yang ternyata di belakangnya diceritakan lagi kalau dia drop out karena hamil di luar nikah.

Dan yang bikin saya ketawa kepingkel-pingkel adalah kerjaan Martin sebagai sales mobil showroom HONDA dan dia nawarin mobil CAMRY!!! Astagaaaaa….

Anyway, setelah selesai baca novel My BlackBerry Girlfriend saya jadi semakin terganggu dengan candaan Autis. Plus komentar-komentar di bagian kerjaan saya yang komentatornya sering banget bilang cacat. Untuk kita yang ngga ngalami dan ngerasain sendiri dengan penderita autisme sepertinya ga masalah. Tapi kalo kita ngomong gitu dikiit aja di depan mereka yg keluarganya penderita autisme, bisa dibayangkan reaksinya? Pengarang dan penerbit My BlackBerry Girlfriend rupanya ngga sensi dengan isu yang berkembang di masyarakat. Komunitas BlackBerry Indonesia sendiri sudah meniadakan penggunaan kata autis di kalangan mereka. Karena ini novel dangkal, mereka ngga riset masyarakat jadi mereka (pengarang dan penerbit) ngga merasa perlu untuk menghindari penggunaan kata autis tersebut.

Mungkin postingan ini telat setahun. Gerakan stop joking with autis word sudah setahun lalu. Saya hanya menulis di sini pula. Hanya.. karena novel ini akan difilmkan, sepertinya perlu dipikir ulang menggunakan kata autis tersebut. Remaja kita adalah remaja yang gampang terhanyut. Mode muncul apalagi dari film, pasti akan kembali beredar luas penggunaan kata autis tersebut. Miris. Mudahan sampai di telinga mereka.

Baiklah saya akan naik pesawat BOING sambil jualan mobil CAMRY dulu di showroom HONDA.

Sharing after reading, yes?

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *