Waspada Modus Penipuan Aplikasi My Telkomsel Kartu Halo Bikin Tagihan Membengkak

Masih ramai postingan penipuan verification code gojek di sini, ditambah modus penipuan masih ingat suara saya, lagi-lagi dalam circle pertemanan ada yang kena modus baru. Kali ini modus penipunya membobol aplikasi my telkomsel dan membeli paket internet ke beberapa nomer dengan ‘persetujuan’ pemilik password. Jadi begini kronologis penipuan aplikasi my telkomsel yang menimpa teman saya beberapa hari lalu.

Di suatu siang yang gerah, teman saya memutuskan untuk diam di rumah. Sambil leyeh-leyeh dia mendapat telepon dari nomor +6282179431461 yang mengaku dari Grapari Letjen S Parman, Malang. Setelah berbasa-basi mengabarkan kalau si teman mendapat gratis fee pembayaran selama 3 bulan ke depan khusus pelanggan Halo lebih dari 5 tahun, si penelpon dengan ramah meminta password rahasia yang dikirim ke nomer Halo si teman.

Awalnya tidak ada kecurigaan karena sender SMSnya dari Tsel-apps. Kemudian dia disuruh mengecek SMS dari sender yang lainnya yang tidak disebutkan si penelpon dari mana. Isi SMSnya berbunyi:

Ini password RAHASIA Anda untuk login aplikasi. Telkomsel tidak pernah meminta password ini dan jangan berikan kepada siapapun. Waspada penipuan! Password: xxxx

Kasus Penipuan Aplikasi MyTelkomsel

SMS masuk sebanyak 5x. Setiap masuk, dibacakan passwordnya kepada si penelpon. Si teman kemudian mendapat beberapa SMS masuk yang bunyinya:

Paket Best Deal Internet 37GB Rp 160000 untuk 081xxxxxxxx telah berhasil diaktifkan.

Kasus Penipuan Aplikasi MyTelkomsel

Karena SMSnya beruntun masuk, si teman mulai curiga dan menanyakan kenapa ada nomor-nomor lain yang masuk ke nomornya. Sementara nomor Halonya sendiri tidak ada. Si penelpon bilang katanya prosedurnya memang seperti itu, dan nomor hpnya juga dikirim ke pengguna Halo yang lain.

Si teman pun mengatakan akan mengurus ke Grapari langsung saja. Telepon ditutup setelah si penelpon mengucapkan terima kasih selamat siang tanpa ada nada marah-marah sedikitpun.

Sampai ceritanya di situ saya mulai sadar kalau nomor kartu Halo teman saya jadi korban penipuan Tsel-apps aplikasi My Telkomsel seperti kasus penipuan Gojek Verification Code sebelumnya.

Si teman kemudian menelpon 188 untuk mengadukan kasusnya. Sayang CS Telkomsel menganggap kasus ini adalah kesalahan pelanggan karena Telkomsel tidak mengadakan program tersebut. Kalaupun ada, akan menghubungi pelanggan melalui nomor 188. Tagihan yang sudah dibuat karena mengisi paket data tersebut tidak bisa direfund. Pihak CS Telkomsel hanya minta maaf dan mendoakan sehat selalu.

Total tagihan yang diderita si teman karena dibobol si penelpon penipu sebesar 5×160.000-an. Karena dia sudah menyebutkan password yang diminta sebanyak 5x. Telkomsel tidak bisa merefund dari sistem karena pelanggan memberikan akses pembelian paket sharing ke 5 nomor pembobol tersebut. Lumayan, sekitar 800 ribu rupiah untuk paket data nomor orang lain, artinya sangat banyak karena bukan kita sendiri yang memakainya.

Sialnya, kasus ini ternyata sudah cukup banyak korbannya. Coba saja googling dengan keyword sejenis. Ada yang kena 10,9 juta rupiah, ada yang sekitar 1jutaan, dan ada juga nomor korban penipuan yang justru diblokir karena tidak melakukan pembayaran tagihan yang dilakukan penipu.

Apa mau dikata sih memang, kalau kita memberikan akses dengan password rahasia ke orang lain, jika dimanfaatkan untuk seperti ini, yang menanggung memang pemilik password sendiri. Mau apapun alasannya, ditipu dan sebagainya, pihak operator hanyalah pemilik lahan. Tidak bertanggung jawab pada aktivitas yang terjadi di atas lahannya dengan seijin penyewa, meskipun ada salah satu korban yang mengeluh kan Telkomsel mendapatkan profit dari penipuan tersebut kenapa tidak membantu pelanggannya yang ditipu.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kasus-kasus penipuan seperti PIN Gojek, Aplikasi My Telkomsel, atau suatu saat ada tren penipuan yang baru lagi?

Pertama, tanamkan dengan benar ke diri sendiri kalau password itu tidak untuk sharing dengan orang lain. Password email, sosmed, PIN atm, bahkan aplikasi-aplikasi yang menggunakan sistem pembayaran OTA. Simpan untuk diri sendiri.

Kedua, kurangi dengan gampang mengangkat nomor telepon tidak dikenal dan tidak ada di phone book. Sebaiknya biasakan diri juga untuk memperkenalkan diri ke nomor baru lewat SMS/WhatsApp/email kalau akan menelpon.

Ketiga, kurang-kurangi mudah percaya deh sama orang lain. Biasakan menanyakan dari mana, keperluannya apa, dan cross check dulu sebelum mengiyakan sesuatu. Dari operator telepon, dari asuransi, dari mana dari mana, biasakan cross check selalu.

Keempat, waspada. Pada semua hal.

Jaman kita hidup ini semua hal adalah celah penipuan. Apalagi kalau masuk dalam golongan native yang awam masalah teknologi yang paling mudah ditemukan celahnya agar data-data diperoleh penipuan. Peringatkan teman-teman serta keluarga terdekat yang memakai ponsel untuk mewaspadai kasus penipuan yang sama. Hati-hati ya teman-teman!

Sharing after reading, yes?

22 Comments

  • Namanya kita tertipu… namun sebagai tanggung jawab moril pihak telkomsel harus ada solusi kondisi seperti ini.
    Pihak pemerintah pun sdh juga mengeluarkan pendataan nomor pra bayar…..truuus mau diapain???
    mhn responnya…saya juga kena 1 kali.

    • Ya betuk telkomsel payah k
      Saya kena tipu.. Sebesar 400. Ribu yg mesti di bebankan kepada pelangan setia telkomsel yg udah puluhan Tahun.

  • Saya juga pernah sampai no verifikasi saja tidak sampai SMS packet itu, terus di Minta no rek baru saya matikan

  • Saya juga pernah, saya merasa pihak telkomsel tidak maksimal menangani penipuan tsb, terbukti kasusnya semakin banyak dan terkesan teljomsel menyalahkan pelanggan. Mohon maaf karena kami raja, kalau kami kecewa dg operator ini masih banyak pilihan yg lain, sangat disayangkan kalau telkomsel mengabaikan masalah ini. Semoga ini menjadi perhatian semua.

  • Nasib yg sama saya juga kena tipu modus yg sama, setidaknya pihak Telkomsel, kami pengguna kartu halo yg ber abodemen seharusnya mendapatkan prioritas keamanan terbaik. Kasus my telkomsel jujur kami kecolongan,meskipun sdh di peringatkan Awas penipuan untuk ferifikasi kode.

  • Saya pun kena. Di tlp sekitar jam 8 malam. Kata nya saya menang undian untuk peningkatan pelayanan customer. Ada beberapa kali sms masuk dari tsel apps. Tapi tidak ada sms masuk bahwa paket sudah aktif. Saat ini malah paket kartu hallo saya tidak dapat di fungsikan. Mohon agar telkomsel menindak lanjuti penipuan ini???

  • Hanya sebagai saran sih, bagus nya pemakaian pulsa domestik di belikan batas/limit. Misalnya tidak lebih dari 100rb di luar pemakaian paket kuota. Sehingga, jika terjadi lagi modus penipuan seperti ini. Penipu tidak akan dapat membeli paket lebih dari limit yg sudah kita batasi tadi. Soalnya saya juga mengalami hal demikian cuma untung saja saya ada berikan limit pemakaian pulsa sehingga waktu penipu mau beli paket pakai nomor saya, batas pemakaian melebihi limit dan transaksi pembelian tsb gagal.

  • Barusan isteri saya kena… dia sudah lapor ke grapari… dan mau di logout… siangnya dapat telp lagi.. kok bisa? Akhirny telp ke call center tapi call center bilangnya belum log out.. isteri saya beritikat baik mau selesaikan sesuai penggunaan namun info dr petugas grapari tdk bisa dan harus dibayar semua… isteri saya telp dan menceritakan semua… saya suruh patahkan kartu di depan petugasnya… infonya nanti koleksion mau datang… datang aja silahkan…

  • Barusan saya pernah tertipu juga dengan modus yang sama…namanya lagi apes biasa yg saya g peduli dg telp nomer asing tiba2 saya angkat…ternyata berujung dg kerugian sekitar 800rbuan.Mau lapor ke grapari pun percuma g akan diganti…Dan karena di imingi voucher belanja saya pun dg bodoh memberikan nomer rek…tp alhamdullilah msh dijaga sama Allah swt…kebetulan rek saya kosong dan bsk segera saya tutup saja agar tdk terjadi hal2 yg tdk di inginkan…Pelajaran yg bisa dipetik si jangan lengah ketika dpt telp dr nomer2 tak dikenal…Malam ini sungguh sial buat saya…Entah tagihan akan dibayar atau dibiarkan saja belom tau krn saya masih shock…??

  • Saya langsung menghubungi Telkomsel, tapi tetap pihak penipu yang di untungkan dan kita yang customer yg dirugikan.
    Pihak Telkomsel tetap menyalahkan penguna kartu halo. Tapi mereka bisa mentrack kemana dan siapa
    Buat apa punya IT tapi penipu bisa lebih canggih.

  • Semoga para penipu tetap berjaya…Silahkan dilanjutkan saja. Karena pihak Telkomsel tidak akan membantu kita para korban. Mari menikmati tagihan kartu halo yang menyesakan dada.

  • wah baru aja nih saya juga ditelfon nomor asing dengan modus yg sama.
    langsung curiga kalau benar dari telkomsel kenapa nomernya seperti pelanggan biasa, lalu biasanya jika ada telfon dr layanan halo hal pertama yg dibicarakan adalah identitas. tapi telfon tadi langsung memberitahukan bahwa saya mendapat gratis tagihan selama 3 bulan.
    lalu kalimat tersebut diulang2 mungkin ada 15x.
    saya matikan saja. dan sudah ada 3 sms masuk untuk password aplikasi. tapi si penelfon belum sempat meminta password tsb.
    lalu nomor tersebut telfon kembali tapi langsung saya matikan.
    dan terakhir telfon lagi tapi saya biarkan.

  • Saya sering banget dapet telepon diminta no verifikasi gojek & my telkomsel, untungnya saya tau kalau itu penipuan, bahkan dari sejak pertama kali dpt telepon seperti itu, sy udah curiga buat apa minta2 no verifikasi.

    Tapi sayangnya dibalik kemudahan akun virtual bagi penggunanya, juga jadi incaran empuk bagi para penipu. Banyak yang masih awam mengenai aplikasi2 tersebut. Bayangin aja, udah awam, butuh duit, terus diiming2i hadiah dan diyakinkan dengan sms yang berasal dari provider, gmn gak termakan jembakan mereka? Banyak pengguna telkomsel (kartu halo) yang tidak menginstal my telkomsel (seperti orang tua saya). Kalaupun ada yg install, aplikasi tersebut jarang digunakan.

    Seperti tante saya yg baru saja terkena tipu dari aplikasi gojek sebesar 500rb karena memberikan kode verifikasi kepada si penipu. Padahal aplikasinya sudah lama gak digunakan.

    Yang disayangkan juga adalah keterlepasan tangan dari para penyedia aplikasi dan menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kesalahan pengguna (seperti yang nengbiker utarakan padatulisan di atas). Setelah jelas2 kasus ini memakan banyak korban, tapi pihak2 penyedia aplikasi masih mempertahankan cara login yang mengharuskan memasukkan kode verifikasi. Karena kalau menurut saya, para penyedia aplikasipun ikut andil bersalah, karena telah meyediakan aplikasi yang mudah jadi incaran penipu dan merugikan banyak orang

  • Semalam hampir saja saya juga kena penipuan tersebut….tetapi karena sudah malam dan ngantuk, selain curiga gaya bicara “CS” tersebut mirip orang2 yang melakukan penipuan, saya matikan saja sebelum selesai pembicaraan, dan tidur.

  • Yang disayangkan juga adalah keterlepasan tangan dari para penyedia aplikasi dan menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kesalahan pengguna (seperti yang nengbiker utarakan padatulisan di atas). Setelah jelas2 kasus ini memakan banyak korban, tapi pihak2 penyedia aplikasi masih mempertahankan cara login yang mengharuskan memasukkan kode verifikasi. Karena kalau menurut saya, para penyedia aplikasipun ikut andil bersalah, karena telah meyediakan aplikasi yang mudah jadi incaran penipu dan merugikan banyak orang.Ini sangat merugikan masyarakat.

  • Barusan saja saya dapat tlp dari penipunya, katanya saya punya poin lebih dari 1000, padahal poin saya cuma 500 an..
    Dy minta di kirim no kode dari sms yang saya terima, saya langsung matiin tlp nya karena curiga, terus tlp ke 188, call center kartu halo.
    Ini no penipunya +6281377613228
    Kalau bisa langsung laporin aja ke pengaduan telkomsel format nya PENIPUAN#NO SI PENIPU#MODUS PENIPUAN# KIRIM KE 1166

  • Barusan juga saya dapat tlp dari penipunya, katanya poin saya dapat ditukar voucher belanja 1 juta. Utk aktifkan voucher nanti dikirim SMS dari TSEL-APPS.
    Dia minta di kirim no password dari SMS yang saya terima, saya langsung bilang dipanggil boss jadi matiin HP. No penipunya +6282195970066.

  • Seharusnya pihak Telkomsel bisa mengatasi hal ini. Tapi sepertinya pihak Telkomsel sengaja membiarkan hal ini terjadi berulang kali. Kalau Telkomsel tidak bisa menjaga keamanan aplikasinya,lebih baik Telkomsel menutup aplikasinya tersebut. Saya adalah korban dari TSEL-APPS. Tapi saya tidak bersedia membayar untuk kelemahan dari Telkomsel tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *