Beda Karakter Pengguna Social Media

Punya akun di facebook, di twitter, di instagram, dan di path (yang lagi booming) serta akun-akun social media lainnya? Kamu pasti anak gaool! Karena saya cuma punya facebook dan twitter serta g+ saja sering lupa mau update aktivitas di sana. Paling banter kalau ada platform social media baru, saya hanya booking nama saja biar tidak digunakan user lain.

Memiliki akun social media tidak hanya menemukan tempat untuk mengeluarkan uneg-uneg belaka, kita juga harus siap menemukan uneg-uneg orang lain masuk ke kehidupan kita. Itulah social media, tempat kita berinteraksi dengan berbagai permasalahan orang lain yang belum tentu juga masalah kita. Tempat kita jadi kepo tadinya tidak tau masalah orang lain, hingga akhirnya kita menelusuri profil orang tersebut untuk mengetahui masalahnya lebih lanjut.

Bagi pribadi yang tidak peduli dengan karakter pengguna social media, sekedar bilang bos saya bodoh, gaji saya terlambat, overload kerjaan hasil tidak ada, kadang tidak jadi masalah. Bagi pribadi yang selalu ingin tau, status-status di atas bakal dicari tau kebenarannya. Bagi pribadi yang sudah pernah terjebak pada ‘gelapnya’ status seperti di atas, akan mengelus dada sambil berkata: kamu belum pernah dipecat karena nulis itu ya? Bagi pribadi pengguna akun social media dan berprofesi sebagai HRD, manager, vice president, atau selevelnya, status di atas menunjukkan kamu bukan orang yang tepat untuk perusahaan mereka.

Untuk itulah ada setting pengguna PUBLIC, FRIENDS dan ONLY ME di pilihan publish status Facebook. Ada juga setting PRIVATE ACCOUNT untuk twitter. Dan yang paling baru, jumlah teman terbatas di PATH.

Kau tau, teman-temanmu di facebook mungkin jauh lebih kepo daripada teman-temanmu di twitter. Jumlah update status facebook yang tidak sebanyak twitter menyebabkan statusmu akan banyak terekspose ke lebih banyak orang. Pergerakan status twitter yang secepat rentetan senjata bisa jadi tidak terlihat oleh orang lain kecuali mereka membuka langsung profilmu. Maka dari itu, di facebook kamu akan diperhatikan banyak orang sementara di twitter kamu mungkin tidak ada apa-apanya kecuali kamu selebtweet.

Berbeda lagi dengan Path. Social media yang satu ini terkesan lebih private karena membatasi setiap profil hanya memiliki 150 teman saja. Sehingga memberimu keleluasaan untuk memilih siapa saja teman dekat yang layak jadi temanmu di Path. Tapi susahnya sih karena yang dekat-dekat ya yang itu itu lagi. Bisa jadi bosmu, manajermu, teman kerjamu, saudaramu adalah teman-temanmu lagi di sana.

Jadi, bijaklah di social media. Jika belum bisa mengatur tulisanmu, atur saja dulu privacy accountmu.

Sharing after reading, yes?

6 Comments

Leave a Reply to Titiw Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *