Suzuki Gladius, Rookie and Lady Biker Invited
Suzuki Gladius ini mungkin bukan termasuk motor bertenaga besar buat mereka yang gila kecepatan, namun dengan bodi stylish seperti ini, bisa jadi pamor Gladius ini akan naik dalam waktu singkat. Ada anggapan bahwa desain ini juga yang dijadikan andalan oleh Suzuki untuk memikat para rookies dan female biker yang belakangan mulai bermunculan.
Gladius ini dirancang dari basis Suzuki SV650 yang mulai muncul di tahun 1999. Banyak pengamat yang mengatakan bahwa SV650 ini adalah salah satu produk terbaik Suzuki di kelas entry level. Dan mengingat bahwa Gladius ini dibangun dari dasar yang sudah bagus maka hampir bisa dipastikan bahwa motor ini juga tak kalah menariknya. Dan perbaikan yang dilakukan Suzuki pada Gladius ini juga cukup efektif dan tak membuat motor ini jadi bergeser dari generasi yang digantikannya.
Sebenarnya tak banyak perubahan yang dilakukan Suzuki pada sisi mesin. Mesin tetap menggunakan V-Twin delapan katup berkapasitas 645cc dengan enam gigi percepatan. Beberapa perbaikan yang dilakukan pada mesin lama sebenarnya adalah mengurangi friksi sehingga kecepatan maksimal pun dapat terdongkrak. Menurut Suzuki, mesin Gladius ini 10% lebih efisien bila dibandingkan dengan mesin yang dipasang pada SV650.
Sejak generasi SV650, motor ini memang dirancang untuk para rookies dan karenanya soal pengendalian dibuat ’seramah mungkin’ dengan asumsi para pengguna baru tak akan punya cukup pengalaman untuk menghadapi motor yang punya attitude. Namun tentu saja itu bukan berarti lalu para pengguna yang lebih experienced lantas kehilangan saat-saat fun saat mengendarai motor ini.
Melihat harga jual yang dipatok, Gladius ini sebenarnya termasuk murah untuk kualitas yang diberikannya. Suzuki memasang banderol US$6.899 atau sekitar Rp83 jutaan untuk motor yang diedarkan sejak tahun 2009 ini. Memang tak ada teknologi mutakhir yang terpasang pada motor ini, tapi dengan desain yang dinamis dan cantik seperti ini, agaknya itu masih bisa dimaklumi. Sudut-sudut tajam pada Suzuki SV650 dipangkas dan dijadikan sedikit lebih feminin dengan banyaknya lengkungan.
Dari data spesifikasi pabriknya, terlihat bahwa motor ini dapat digeber hingga kecepatan 217 km/jam, tak beda dengan Suzuki SV650. Ini agak mengejutkan juga jika mengingat bobot Gladius ini sekitar 30kg lebih berat dari SV650. Jadi asumsi bahwa Gladius ini motor cewek, mungkin tak terlalu tepat. Mungkin kata yang tepat adalah motor yang stylish.
review: honda kawasaki matic mio modification suzuki vario yamaha
by nengbiker
6 comments
Yamaha Advertorial
ada yang uda perna liat iklannya yamaha kan? iklan yang menyebalkan. jarang banget ngeliat iklan yamaha yang ga mencaci maki produk kendaraan roda dua dari merk laen. kecuali yamaha v-ixion kayaknya. bukan karena aku pengguna honda dan khususnya matic honda vario makanya aku benci iklan matic yamaha mio. tapi karena iklannya ga banget itu loh. waktu honda ngeluarin varian vario dengan warna ngejrengnya, dan karena ada daniel vj mtv yang jadi bintang iklannya, yamaha ngeluarin tandingan iklan mio dengan figur waria yang suka dengan warna-warna ngejreng. dan yang terakhir iklan honda beat yang aku rasa ga tralu gencar di tv, biasa aja sekarang. emang sih honda beat aku rasa ngga banget bentuknya. aku juga ga suka karena da kecil, mentok lagi posisinya. cuman kesengsem sama yang katanya konsumsi bensinnya 1l:73 km. how come?
dan si yamaha mio ngeluarin iklan sambungan dari waria suka warna ngejreng dulu, dengan waria yang sama pake dengkul bundas, benjut semua katanya gara-gara maticnya mentok dengkulnya. damn. bisa ga sih yamaha ngeluarin iklan yang cerdas dikiit aja? iklan yang nunjukin kemampuan maticnya, kelebihan teknologinya, bukan iklan yang ngejatohin gitu. ga keren banget. belom lagi kabar-kabar klo beli yamaha cash indennya naudzubillah lamanya, tapi klo mo kredit stoknya melimpah. permainan leasing apa pula ini? juga lucunya dulu waktu lagi hunting pengen beli motor mpe didatengin sales yamaha ke rumah, ngomongin kelebihan yamaha gini gitu. yang ternyata dia juga pake honda. lucu sekali.



