December 21st, 2011
Pindah lagi pindah lagi.
Dulu ngurus bayar kuliah aja setiap tahun selalu pindah tempat. Setiap semester malah. Ngga heran kalau di Loket Pengurusan SIM yang tiap 5 tahun bakal ganti lagi tahun ini.
5 tahun yang lalu saya ngurus perpanjangan SIM di Mapolres Malang, depan RSSA Syaiful Anwar. Sepertinya saya pernah nulis pengalaman dikemplang calo berseragam itu, tapi ngga ada di blogpost. Dari harga yang tertera tercantum 80 ribu untuk perpanjangan masing-masing SIM A dan SIM C. Di loket pendaftaran saya ditarik 450 ribu. Setelah puas mencaci maki mereka lewat sms ke papa saya, mendadak saya dipanggil ke ruangan untuk dikembalikan lagi uang saya sebesar 150 ribu. Masih lewat tuh dari tarif asal!
Hasilnya? read more »
konperensi pers |
5 Comments »
May 17th, 2011
Televisi selalu menjadi pusat dari aktivitas bersama keluarga kami. Sejak kecil, waktu masih jayanya televisi tabung hitam putih hasil menabung papa saya di awal karir, adalah kenangan paling saya ingat saat ketawa guling-guling menonton Donald Bebek dari video kaset betamax. Televisi pertama kami ini mendapat tempat terhormat diletakkan di bufet tertinggi, agar kami anak-anaknya tidak beresiko kejatuhan televisi berbadan besar itu.
Dia kuat. Badan besarnya seperti tidak lekang dimakan jaman sampai kami beranjak dewasa. Tapi tentu, teknologi cepat mengaburkan kejayaannya. Si hitam putih harus rela digantikan dengan si badan besar lainnya yang mendukung remotisasi
. Remote alami pengganti channel televisi seperti jempol kaki dan ujung sapu berganti dengan kotak remote cantik yang membuat kami leluasa tidak banyak bergerak saat perlu melihat saluran tv lainnya. Mulai saat itu, saya ngga perlu kram kaki saat pengen ganti-ganti nonton banyak acara tv. read more »
HARUS BISA! |
4 Comments »
May 1st, 2011
Every step I take, every move I make
Every single day, every time I pray
I’ll be missing you
Thinking of the day, when you went away
What a life to take, what a bond to break
I’ll be missing you
(Sting)
Setiap langkah, setiap hela nafas, setiap kedip mata. Kita tau akan ada saatnya menentukan langkah selanjutnya, hadapi sesak nafas atau pun jadi kelilipan di mata. Akan ada jatuh, akan ada sukses. Dan itu mungkin hanya ditentukan oleh satu langkah. Akan ada bahagia, akan ada duka cita. Akibat nafas yang kita ambil terlalu cepat, atau menahan nafas. Akan ada air mata, akan ada yang bersinar ceria. Karena kita bisa memalingkan muka, atau memandang dengan tajam. read more »
HARUS BISA! |
4 Comments »
October 19th, 2010
Tak ada mimpi yang terlalu besar. Sedangkan aku orang yang selalu senang bermimpi tapi hanya di dalam kotakku. Di dalam sangkarku. Quote Agnes seketika membuka pikiranku, mimpiku selama ini hanya berkisar di aku dan lingkunganku. Mimpiku ingin membahagiakan orang tuaku. Itu saja. Tapi ternyata itu tidak cukup. Bermimpilah sampai batas maksimal yang bisa aku raih. Dengan kemampuanku. Dengan dukungan lingkunganku. Dan yang nantinya tentu akan membahagiakan membanggakan juga untuk lingkunganku. Aku mimpi untuk bisa melangkah dari sini. Dari titik nyaman yang sudah aku peroleh saat ini. Mimpi menantang diriku meraih hal yang lebih tinggi lagi. Mimpi mengepakkan sayapku hingga setiap tulisan yang kubuat akan mempengaruhi lingkunganku di jalan yang positif. Mimpi setiap pekerjaan yang kulakukan memberi semangat positif bagi orang lain. Karena aku juga terus bermimpi untuk mampu menyeimbangkan positif di antara berjuta negatifku.
the wildest of my dream, conquer K2.
Do you dare to dream?
jalan-jalan |
8 Comments »