Archive for ‘movie’

December 6th, 2011

Nonton Petualangan (Snowy) Tintin

Menyebut Tintin jadi teringat komik di saat saya masih berseragam putih merah. Si jambul kuning, kapten kapal, duo detektif dan anjing kecil putih salju.

Puluhan tahun kemudian, Tintin menjelma menjadi film setengah animasi yang kalo ditonton di bioskop 3D pasti bagus sekali. Dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi, karena review orang-orang yang sudah lihat ga menyenangkan juga, saya dadakan berangkat nonton ke bioskop. Sayangnya, Rumah Hantu yang kapan hari pocongnya berkeliaran itu sekarang pindah di samping pintu masuk studio. Damn. Jadi masuk beli tiket sambil merinding denger yang teriak-teriak di dalam rumah hantu.

Tiket di tangan, saya langsung melesat masuk studio. Kasian si pacar kelaperan. Ngga lama Tintin pun bersliweran di layar lebar. Saya ngga ngerti banget spesial efek yang dipakai Steven Spielberg di film ini, so I called itu half animation aja ya. Tokohnya tampak asli, tapi rautnya kurang berekspresi. Kayak nonton manusia-manusia lilin gitu deh. Saya uda ga begitu ingat Rackham Merah, jadi saya ikuti saja jalan ceritanya.

Hey, saya rasa, tokoh utama di film ini si Snowy, you know. Gerak-geriknya bagai magnet menarik ke mana saya harus melihat. Tintin dan Captain Haddock malah jadi nomer sekian. Bahkan buntut kecil Snowy pun lebih terlihat menarik di adegan pertunjukan menyanyi Bianca Castafiore. Sayang, ekspresinya nanggung ga kena feelnya :) .

Overall, Tintin ini film yang cocok ditonton segala usia. Anak anda baru selesai ujian? Ajak dia nonton untuk hadiah telah belajar keras. Di Tintin dia akan belajar berpikir keras mencari petunjuk menyelesaikan masalah. Adegan kejar-kejarannya memang tampak mustahil bagi kita yang sudah dewasa, tapi buat mereka pasti very funny!

So, ajak keluarga nonton yuk?

(NengBiker/WP for BlackBerry)

 

 

Bookmark and Share
August 15th, 2011

The Adjustment Bureau

David, seorang yang sangat diunggulkan untuk duduk di kursi senator. Sayang, di menit-menit terakhir pemilihan suara, David selalu mengalami kekalahan karena tingkah lakunya yang merugikan.

Siapa sangka, ‘garis takdir’ berkata lain. David adalah orang terpilih yang diharapkan dapat melakukan perubahan, yang membuatnya tidak boleh berhubungan dengan Elise karena dapat merusak masa depan masing-masing.

Tapi CINTA berkata lain. Demi CINTA, David menentang takdir. Membuktikan bahwa bersama Elise dia mampu menunjukkan sisi terbaiknya dengan alami. ‘Takdir’ tidak tinggal diam. ‘Takdir’ melakukan segala sesuatu untuk menghalangi CINTA. Sampai akhirnya, David dan Elise bisa melalui segala rintangan dan CINTA adalah jalan.

it is an action movie, to me it was a romantic one

(NengBiker/WP for BlackBerry)

Bookmark and Share
August 12th, 2011

Catwoman, Batpod dan Kamera Mahal

minjem dari KapanLagi.com

Barusan baca berita di KapanLagi.com yang mengabarkan stunt woman pemeran CatWoman di THE DARK KNIGHT RISES aka Anne Hathaway tidak mampu mengendalikan Batpod ketika menuruni tangga dalam sebuah scene. Sebuah kamera mahal dan perlengkapannya jadi korban. Stuntwomannya sendiri dikabarkan tidak terluka.

Kamu, sebagai pengendara kendaraan roda dua, kira-kira bisa ngga nyetir motor ginian?  read more »

Bookmark and Share
July 30th, 2011

Akhirnya Harry Potter 7 Part 2 Itu..

Pro kontra, delusi dan ilusi, masalah pajak dan impor, akhirnya Harry Potter 7 Part 2 itu tayang sudah di Indonesia. Serentak seakan tak ingin kehilangan momen meraup untung, rata-rata setiap bioskop memutar di dua teaternya.

Lupa gonjang ganjing masuknya film Harry Potter? Refresh di sini.

dipinjam dari kapanlagi.com

Dan saya sudah nonton dong :) . Walau gagal nonton di Singapore bersama SimPati beberapa waktu lalu, akhirnya saya menunggu dengan sabar sampai Harry Potter tayang di bioskop di kota Malang. Dibantu Xocolatl yang mengantrikan hari Kamisnya untuk premiere hari Jumat. Selalu, ketinggalan extra movie di awal. Tapi saya menikmati setiap detiknya menghayati bahwa Harry Potter ini telah selesai seluruh serinya. Dari Harry Potter pertama sampai terakhir sukses melihat di layar lebar dengan suara dan efeknya yang menakjubkan daripada dilihat sendiri di netbook.

Melihat Harry kecil sampai sudah brewokan itu rasanya gimana gitu. Hermione yang pintar sampai menjadi sosok yang berani. Fred yang tewas. Dan holaaa teka-teki mengambang di akhir cerita. Walau sempat melihat jubah sekolah Harry yang mendadak hilang saat konfrontasi di Hogwarts menghadapi Snape. Gotcha! 

Selalu lah, antara film dan bukunya ada perbedaan yang besar dari segi penggambaran. Membawa suasana mencekam seperti di buku saja sudah keajaiban, kan? Dan saya ngga bisa ngerasain seremnya ngeliat Hantu Putri Rowena, Helena, saat Harry bertanya di mana mahkota Ravenclaw. Semalam saya langsung berpikir lantai dua rumah saya waktu melihat Helena. Serem…karena aslinya saya memang takut sama hal begituan =)). Biker penakut ya saya ini.

Selesai sudah Harry Potter. Ditunggu kisah ajaib lainnya yang bisa membantu kita berimajinasi seluas mungkin di setiap kata dan detik seluloidnya.


 

Bookmark and Share