Archive for ‘jalan-jalan’

May 12th, 2012

Rasa Baru Big Burger Malang

A year ago, dapet mention dari akun @bigburger_mlg mengabarkan ada spot burgerrrr asyik di Malang. Voila ngga lama saya langsung menclok dan icip-icip di sana. Burger ukuran besarnya bikin kekenyangan! Harganya juga bervariasi mengikuti isi burger yang kamu pesan. Ngga lama Big Burger mendadak hilang dari tempatnya.

And Voila (lagi) Big Burger muncul di bilangan kuliner jalan Soekarno Hatta. Dengan lokasi yang lebih representatif, dekat dengan konsumen, dan tempatnya LUUUAAASS, kayaknya Big Burger lebih ramai sekarang. Bersama Sandynata dan FajarEmbun, saya menghabiskan malam di sana. Mengobrol mulai dari hantu, Avengers, sampai Titanic 3D. Berapa jam di sana, ngga terasa karena sofa empuk dan lagu-lagu lembut nyaman sekali untuk berbincang dan diskusi sambil mengandai-andai konsep acara selanjutnya.

Ngobrol ngga asyik dong kalau ngga ngemil. Spaghetti Hot Tuna pilihan saya rasanya yummy banget! Mungkin saya akan coba bikin sendiri di rumah nanti, but yet yang di Big Burger ini bikin lidah goyang agogo. Tapi Avocado Cinno kurang begitu terasa adukan kopi capucino yang saya suka. And thaaat biiig Double Beef Burger pilihan Sandy mengundang cacing perut untuk berkerucuk. It’s all in affordable price, sesuai dengan rasa sesuai dengan harga.

  

Menu pilihan lainnya adalah Onion Ring, Spring Roll dan Chicken Strips. Dengan Moccacino Berry dan Oreo Station sebagai pelepas haus. Tampak atas meja kami kayaknya full dan #gagaldiet maning deh, hihihi..

Di tempat yang baru ini, Big Burger memfasilitasi komunitas yang ingin mengadakan gathering atau acara di gerainya. Tersedia panggung pendek, dan proyektor dengan kapasitas tempat duduk yang banyak laaah. Kapan yaaa ada #oblong di sini?

 

 

Bookmark and Share
May 3rd, 2012

Manisnya Coklat di De Chocolat Cafe

Deretan cafe yang perlu dikunjungi di kota Malang semakin panjang saja. Belum sempat ke yang satu, sudah muncul yang lain dengan genre yang berbeda. Pernah melihat De Chocolat?

De Chocolat melawan mainstream kopi dengan menyuguhkan menu berbasis coklat bahkan sampai pohung aka telo cocol coklat. Lucuk, setiap gelas dan piringnya berlabelkan De Chocolat yang apik. Kami memilih Blueberry Chocolate dan Hot Chocolate. Standar. Justru itu menu standarnya harus dicoba, kalau standar yang sering dilewati ngga enak, gimana yang sudah olahan? *ngeles* 

Selain minuman coklat, saya juga memesan Choco Casava (pohung goreng cocol coklat), Double Sausage  dan french fries. Di luar hujan, jadi ngemilnya banyak. Intinya sih mau makan Fried Rice sayangnya katanya sold out *sambil nglirik jam 7pm*. Dengan logika jam 7 masih sore dan nasi goreng itu menu yang paling mudah dibikin kayaknya kok lucu. Kalau Sandynata dulu pesan choco casava dengan coklat di gelas yang meleleh-leleh, coklat saya beku. Jadi pohungnya ngga bisa dituang, akhirnya dicocol. French friesnya enak dengan taburan apa ya itu, kudu nyoba bikin kayaknya. Dan sosis gorengnya bikin saya mikir yang iya-iya. Ada Tom Yun juga lho… next saya pesen tom yum aja.

Kalau mau ngeliat arsitektur dan tampilan cafe coba lihat di blognya Sandynata. Saya terlalu malu untuk foto-foto kalau lagi banyak orang gitu. Rasanya belum terlalu lama muncul, De Chocolat Cafe sudah memiliki banyak penggemar rupanya. Sofa-sofa berbantal besar menyenangkan untuk pacaran di pojokan secara di rumah saya ngga punya sofa segede itu juga.

Belum tau tempatnya? Untuk keluarga muda dan yang usia sebaya sama saya-yang-sering-nyari-kado-buat-bayi pasti tau Buchi Kids di sekitaran Perempatan Rampal. Nah De Chocolat ada di sebelahnya. Cukup tricky kalau mau parkir, Buchi Kids pengunjungnya buanyak, mending pakai motor daripada mobil. Yook., ke sana?

 

Bookmark and Share
May 1st, 2012

Milk Story Baru?

imageHari ini agak berat untuk dilalui. Gempuran Super Junior bertubi-tubi. Sampai pantat berasa lengket di kursi. Tapi kalau mau coba tempat makan baru emang ngga perlu alasan kayak di sebelah itu sih, heheheh. Untuk menghibur hati, saya pengen coba Kedai Masakan Mama.

Nah, pas lewat jalan yang seperti saya bayangkan di mana kedai itu berada, ada tempat cantik yang saya kira Kedai Masakan Mama. Waktu waiter nyodorin Milk Story menu, lho kok jadi bingung? Hashashas, ternyata saya salah gang. Berarti saatnya minum minuman sehat! Susu! Yogurt! Dan saya malah mesen Coklat Lava. Coklat Lava itu kewl banget! Kalo cakenya dibelah, coklatnya meleleh-leleh keluar dengan sedapnya. Bentuknya mirip dengan yang di KFC, tapi yang ini lebih gede.

Selain coklat lava, kamu juga bisa coba Spagheti Pedas-nya untuk makanan berat. Selain itu masih ada burger dan hotdog yang harganya berkisar mulai 10k-16k. Susu dan yogurt aneka rasa harganya mulai 6k. Dan ada olahan tambahannya seperti milkshake dan lain sebagainya.

Milk Story jalan Diponegoro deketnya Bakso Bakar Pak Man ini cozy. Beberapa set sofa etnik berada di pinggir area makan. Walau kurang nyaman kalo untuk berduduk ria bersama-sama soalnya kesannya kaku kalau pakai sofa etnik. Coba yang dipasang sofa gede, empuk, pakai bantal-bantal, betah nih lama-lama kopdar sambil nyamil susu. Pake wifi ngga ya, kurang tau soalnya lagi ga bawa getab.

Dan tau ngga, Kedai Masakan Mama ada di seberangnya Milk Story ini dikit –”.

 

 

Bookmark and Share
April 25th, 2012

AROMA Steak Mall Olympic Garden

Kalau kamu ngemall, dan laper pengen makan tapi masih ada perlu di mall, kamu pilih makan di fast food atau food courtnya? Hanya di MX Square yang saya rasa resto dan makanannya bisa dipandang. Ada hachi-hachi yang saya suka di sana.

Di mall lain buntut-buntutnya juga makannya Hot Cui Mie ^^. Eh ternyata ada yang baru di Mall Olympic Garden! Coba ke lantai atas di atasnya Sport Station, ada Aroma Steak di sana. Kayaknya agak kurang ajar ini baunya memancing hidung untuk nyari sumbernya. Mana lucu lagi tempatnya ada di deket jendela jadi bisa sambil inguk-inguk ngintip ke luar mall tapi yang hadap depan sih. Bayangkan kalau malam di sana, pasti romantis suasananya.

Menu yang disediakan jelasnya STEAK. Judulnya juga uda Aroma Steak. Ada beberapa jenis daging impor dan yang jelas yang terjangkau adalah yang lokal. Ini separo penampakan Tenderloin Steak lokal seharga 25k.

Tenderloin Steak

Porsi sayur dan kentangnya cukup menghibur. Walau ngelihat dan ngerasain steaknya rasanya pengen kabur ke Waroeng Steak and Shake. Saus dagingnya enak yang pasti kalau ngeliat ada del-monte di meja. Jaminan itu, hehehe, tapi agak alot. Dan yang menyenangkan di sini ada menu ‘hanya’ vegetable dan kentang seporsi 10k. Next saya pilih yang itu deh daripada sakit gigi.

Di sebelah Aroma Steak ada juga resto seafood yang konsep diningnya hampir sama. Mau coba?

Aroma Steak

Mall Olympic Garden lt 3

Malang

 

 

 

Bookmark and Share