Blokir Materi Pornografi
#ngetes, kira2 bakal diblokir juga ga ini blog#
Ribut sekali bahas kanan bahas kiri tentang pornografi. Pemerintah yang grasa grusu ngeblokir sana sini, sampe konten-konten ngga porno pun kena blokir. Tujuannya sih baik, biar moral bangsa Indonesia ini terjaga.
Tapi langkah dangkal itu. Orang Indonesia itu pinter. Diblokir sana lewat sini. Diblokir sini lewat sana. Apalagi klo urusan syahwat gitu, wow, otaknya dipakai jauh lebih kreatif daripada untuk kreatifitas lainnya.
Aku? Yaa manusiawi aja lah. Ada suka-sukanya ngeliat. Ada ngerinya. Ada malesnya. Ada hukum agama dan sopan santun yang paling ngga bisa keliatan lah mana yang bagus diliat dan mana yang engga. Semua itu balik ke manusianya sendiri. Sekuat apa iman kamu. Sebaik apa pendidikan ahlak yang didapat. Percuma blokir sana sini tapi imannya serendah rumput jepang. Dia ngga akan cari-cari lewat internet, tapi langsung dipraktekkan ke kehidupan nyatanya.
So, mana yang lebih mengerikan?
Ada benarnya kata @hotradero via RTnya @divardha tadi, bunyinya:
Takut materi porno? Jepang adalah negeri konsumen pornografi nomer wahid dunia. Angka perkosaan di sana termasuk TERENDAH di dunia
Ngga heran perkosaan di sana terendah di dunia. Moralnya juga bisa dilihat dari jumlah konten pornografi yang didapat dari sana. Ya pernah lihat kan video yang di kereta, di mall, di pusat belanja? Ngga usa diperkosa juga uda mau sama mau. Gila sama Gila. Ntah itu cuman skenario belaka, IMHO, tapi bisa dilihat lah kebudayaan dengan etos kerja yang tinggi rupanya dibayar dengan moral yang rendah.
Apa @hotradero mau anak perempuannya juga mau sama mau aja gitu? Ngga kan?
Antara dukung dan tidak mendukung blokir situs pornografi di internet, yuk perbaiki diri sendiri aja. Kalau memang punya keahlian untuk bisa membantu negara ini dari kebobrokan moral, bantu. Jangan diam saja. Kalau ngga punya keahlian, pelajari agama lebih dalam, dan sebarkan ke lingkungan sekitar.
So.. jangan omdo. action!
I’m Sorry Sista
mungkin bukan waktuku untuk tampil. mungkin bukan waktuku untuk menerima lebih banyak tanggung jawab. jika itu menurut cara pandangmu. tapi dirimu sudah menampik kesempatan yang ditawarkan.
dan aku menerimanya dengan senang hati. menyempilkan di antara jam-jam aku membuat banner dan gameku. mengambil 80% waktu dengan proyek yang baru. aku senang dengan tanggung jawab.
aku sedih dengan tatapan bencimu. aku sedih dengan lemparan kemarahanmu di depan rekan lain. aku sungguh tidak mengira apa yang terpendam di hatimu. sebentar lalu kita serasa baru berbagi potongan melon. sepertinya kita baru saja ngerumpi ria tentang remeh temeh. dan sekarang kamu menghilang.
i’m sorry sista, aku ngga ada pikiran apapun saat menerimanya.
semoga TEMAN kita tidak hilang.
Efek Ponsel Terhadap Perilaku Penggunanya
Ngga bisa dipungkiri kalau ponsel sekarang merupakan gadget terpenting bagi manusia. Selain untuk berkomunikasi ponsel juga merupakan teman dikala sepi dengan fitur entertainmen yang ditanamkan di dalamnya. Vendor-vendor ponsel sekarang pun berlomba-lomba memenuhi permintaan pengguna gadgetnya. Pemutar musik, games, tv, hingga browser untuk berselancar internet wajib ada di dalamnya.
Ngga heran lagi kalau motto : “Mendekatkan yang jauh, Menjauhkan yang dekat” itu melekat buat pengguna ponsel atau smartphone dengan fitur canggih. Mendekatkan yang jauh karena bisa jadi dekat saat berkomunikasi via messenger Y!m, MSN, gtalk, BlackBerry Messenger, facebook, twitter, foursquare, apalagi yang lagi booming sekarang? Menjauhkan yang dekat karena saat duduk bareng satu meja pun ngobrolnya bukan ngomong langsung, tapi pakai social media itu. Komen di teman yang sama, chat via messenger, check in. Waw, sepertinya itu uda jadi culture/budaya.
Budaya yang yaah menurutku ngga safety, ngga aman. Gimana mau aman kalo mata ngga bisa lepas dari gadget? Tunjuk pengguna motor yang malas berhenti untuk sekedar balas sms, telpon, dan terakhir aku lihat kemaren di jalan adalah pake BlackBerry-an sambil motoran. Gimana mau aman kalau sambil setir mobil masih ketak-ketik keypad? Gimana mau aman kalau masuk jalan di mall ngga liat kanan kiri? Ya ya, itu terjadi sama temenku sendiri. Sibuk dengan BBnya sementara aku yang mbukain pintu mall, narik ke jalan yang bener,, dan dia bilang “eh gara2 BB aku jadi dibukain pintu”, JDIENG (tunjek Atha). Konyol lagi saat di jalan ada cewek nyebrang jalan tapi matanya ke hp, ga heran kan klo dia ngeloyoooorrr dan ketubruk motor? Bukan pake BB tu padahal. Memang bukan salah gadgetnya tapi salah penggunanya yang geje waktu makenya.
BlackBerry.. Should I buy it? more »


