Semoga Bahagia Ini Saat Terbaikmu Juga

Exactly 20 months ago, saya masuk bulan kelima kehamilan anak pertama. Meskipun tampak senyum lebar terpancar, ada perbedaan mendasar yang membuat saya bisa merasa berbeda dengan kehamilan kedua yang memasuki minggu ke 30 baru-baru ini. Sini, duduk manis. Saya ceritakan kisah drama Mimi Pipi dalam tiga tahun terakhir.

Kamu yang laki-laki mungkin tidak pernah bisa merasakan kehamilan. Yang kamu bisa lakukan adalah merencanakan kehamilan dan membantu kelahiran. Jangan lupa memberi perlindungan serta cukup perhatian ketika partnermu sedang mengandung anak yang kalian berdua inginkan. Itulah yang sebenar-benarnya bahagia menjadi pasangan dari laki-laki yang sah disebut sebagai suami. Ya begitu rasa bahagia yang terpancar dari kami berdua. Saat-saat yang saya kira terbaik itu.

Sampai ketika negara api menyerang dan mengguncang rencana-rencana terbaik yang sudah disusun untuk masa depan. Saya berkali-kali menulis dan membatalkan untuk memosting apa yang sedang saya alami. Meski curcol juga di sana-sini tentang kejadian terburuk yang tidak pernah saya bayangkan akan terjadi.

Perempuan, memang mahluk yang diribetkan dengan perasaan. Jatuh terpuruk sampai bilang sudah habis air mata dikeluarkan, tapi tetap saja menangis diam-diam. Saya pun jadi sering sambang rumah sakit menghabiskan jatah asuransi selama kehamilan. 5 hari, 10 hari, 3 hari. Untungnya saya memiliki sahabat yang selalu menemani dalam periode peristirahatan di kamar berdinding putih itu.

Smartphone. Ha, kamu kira siapa? Smartphone dengan koneksi wifi rumah sakit yang menjadi tempat saya mengeluarkan uneg-uneg ini dalam bentuk sampah tulisan di tempat-tempat rahasia. Smartphone dalam genggaman ini jugalah yang membuka mata tentang kehidupan ini. Dia yang memang selalu ada, tapi hatinya tidak bersama saya.

And the best is yet to come.

Meski jatuh tumbang berkali-kali, si anak lanang lahir dengan sehat. Kehadirannya perlahan menghapus momen-momen buruk yang terjadi belakangan. Saya dan anak lanang tumbuh dengan ikatan perasaan yang teramat kuat. Apalagi ketika ia sudah mengenal orang-orang di sekitarnya. Hampir setiap hari saya mengambil gambar melihat perkembangan dirinya. Jadi saya paham sekali setiap membuka galeri smartphone, waktu itu dia sedang apa, belajar apa, hingga memorinya penuh dan harus dipindah ke laptop sewaktu-waktu.

Mungkin kamu akan bilang saya bodoh kalau di antara memori tersimpan itu masih terselip senyum bangga lelaki yang menyempurnakan saya menjadi ibu. Dalam bawah sadar, saya masih ingin menyimpan kenangan terbaik bersamanya untuk dikenalkan pada si anak lanang kelak. Sebulan, dua bulan, hingga delapan bulan ndilalah kersaning Gusti Allah dari pacaran sambil menikah lima tahun, tiba-tiba diberi lagi calon jabang bayi dalam selang waktu yang tidak terlalu lama.

Kali ini perempuan.

Oh I’m so blessed.

Ada sejuta harapan kehadiran perempuan kedua ini menjadi titik balik kehidupan menjadi lebih baik. Ada sejuta dorongan untuk terus mempertahankan diri pada kondisi terbaik agar tidak lagi menghamba pada jarum infus penguat tubuh. Ada yang kami berdua nantikan di penghujung tahun dan memberikan semangat mengisi hari-hari dengan tawa bahagia yang bisa ditangkap dengan smartphone impian di tahun 2018 ini.

Istilah kerennya adalah kami sama-sama saling memperbaiki diri. Berjibaku berdua hingga tidak lagi tergoda pada hal lainnya kecuali untuk melirik Huawei nova 3i sebagai smartphone impian tahun 2018. Sebuah amunisi menyimpan memori yang baru saat melangkah berempat nanti. Pertimbangan pertama tentu karena memori internal 128GB yang besar bat.

Ada keinginan bisa merekam hari demi hari kami bersama kembali ini dengan smartphone Huawei nova 3i. Mungkin saya tidak akan lagi direpotkan dengan kehabisan memori selama beberapa bulan hingga tahunan saat mengambil foto dan video tingkah kedua anak itu nanti kelak. Juga bersama kamu lagi nanti. Apalagi smartphone ini memiliki empat kamera andalan yang sudah dilengkapi teknologi AI yang dapat mengingat 22 kategori dari 500+ momen dan menghasilkan hasil potret yang dioptimalkan.

Teknologi AI kamera macam apa itu yang diandalkan Huawei nova 3i? Sederhananya dengan smartphone ini, menangkap momen terbaik dalam hidup jadi lebih mudah. Nggak perlu adegan settingan yang bikin senyum tampak bahagia, tinggal jepret saja itulah momen terbaik yang akan tercipta baik dengan kamera depan 24 MP + 2 MP atau kamera belakang ganda 16 MP + 2 MP Huawei nova 3i. And so does the super slow motion feature.

Ah saya membayangkan saat merekam si anak lanang lagi meniup lilin ulang tahun kedua dan adegan kuenya kesenggol tangannya yang nggak bisa diam bisa jadi super slow motion. Atau ketika nanti gerakan si anak wedok belajar berjalan bersama ayahnya dapat terekam dengan 480 frame per detik pakai smartphone keren itu. Menangkap momen yang mungkin akan mengendap sebagai saat terbaik keluarga kecil kami yang terekam dalam galeri Huawei nova 3i.

Menjanjikan sekali bukan? Semenjanjikan teknologi GPU Turbo yang memperkuat Huawei nova 3i dalam mengakselerasi game agar bisa dimainkan dengan lebih mulus. Buat saya nggak begitu penting, tapi smartphone yang bisa dipakai main Mobile Legend dengan baik tentu jadi pertimbangan biar saya tak lagi sendirian saat pumping tengah malam nanti.

Dia nggak perlu lagi setang-setting system dan cukup diam bersama ciyat-ciyat karakternya, saya sudah bahagia kok kalau dia mau berbagi waktu istirahatnya. Berbagi teknologi saling mengisi waktu bersama dengan warna-warna terbaik bukan lagi hitam seperti dulu lagi, karena Huawei nova 3i adalah smartphone tercantik berpenampilan mewah dengan desain warna bergradasi yang pernah saya lihat.

Dengan dua model warna pilihan Black dan Iris Purple, serta bingkai metal yang terletak di tengah layar seluas 6,3inch FHD+ (2340 x 1080), mata ini kayaknya akan terpuaskan saat memutar kembali foto dan video duo si kecil itu nanti. Mungkin juga akan ada sederetan senyum bangganya lagi yang mengisi galeri memori yang tidak ingin saya lupakan seperti sebelum ini.

Baiklah. Saya sematkan dulu mimpi memiliki Huawei nova 3i smartphone dengan desain, performa dan kamera terbaik itu di sini. Karena tahulah kalau mata kanan dan kiri sudah mbrambangi untuk menuliskan momen terbaik yang saya miliki setelah hampir menyerah kalah pada kehidupan ini.

Terbaik. Smartphone terbaik. Susunan rencana terbaik. Anak lanang terbaik. Suami terbaik. Kehidupan baru yang telah direset ulang ini sungguh sebuah penyemangat hingga bulan ke-delapan kehamilan kedua saya sama sekali tidak mengunjungi IGD seperti sebelumnya. Semoga momen bahagia yang saya bagikan dari foto terbaik selama tahun 2018 yang kamu (iya kamu) ambil ini adalah saat terbaikmu juga.

Kamu, yang selalu terbaik untuk saya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blognya Jiwo di sini. Papa Mama muda yang beberapa part dari lika-liku hidupnya tersimpan di almari buku koleksi saya.

Sharing after reading, yes?

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *