Spot Fancy di Malang Buat Dinner Romantis Atau Nembak Gebetan

Sering menulis tempat makan di Malang, bukan berarti saya paham banget sama peta kuliner kotanya Arema ini. Malah kadang-kadang kalau ditanya spesifik tempat makan apa yang enak di daerah mana, saya harus berpikir keras. Habis, enak-enak semua. Lebih baik kalau tanyanya spesifik seperti pertanyaan teman. Resto fancy di Malang buat dinner sama istri, di mana ya?

Memasukkan kategori spot resto yang fancy di Malang ini sebenarnya gampang-gampang susah. Selera orang berbeda, kan? Belum semuanya saya coba juga. Tapi pilihan berikut ini kayaknya bisa jadi pilihan buat kamu yang sedang mencari tempat mojok yang romantis di Malang.

The Arbanat

Dari segala pilihan, saya menempatkan The Arbanat pertama kali. Murni karena saya suka sekali sama tempat ini. Punya beberapa zona makan, The Arbanat juga melengkapinya dengan suasana yang berbeda-beda. Kalau hari ini makan yang sebelah sini, besok pindah yang sana, bulan depan pilih yang beda lagi, bisa. Hampir semua spotnya menyenangkan dan romantis kalau makan bareng pasangan.

Oh syit. Mangkok saladnya gede bangs yaa! Dengan kecepatan motor 600cc, satu per satu pesanan diantarkan. Dan penuhlah meja yang kami pesan. Saigon Salad, Nero Burger, Nasgor Buntut, Spagheti, Chicken Wings, dan ini dan itu. . The Arbanat, ngga cuma makanannya yang enak, tempatnya juga cakep abis. Ada berbagai zona dining. Ngga enak yang bagian merokoknya kudu siap kehujanan ?. . Dengan harga sekitaran Kendi, Taman Indie, dan Javanine, kadang2 ada aja gimmick yang dikasi. Ya arbanat aka rambut nenek itu. Tapi tadi ngga dikasih jadinya ? soalnya pindah kursi, embaknya lupa ? . . #jajananmalang #kulinermalang #kulinermalangraya #malangkuliner #malangfood #malangfoodies #europeanfood #westernfood #rambutnenek #cafedimalang #thearbanat ?? @bazzeveritas #kulinerdimalang

A post shared by NengBiker (@neng_biker) on

Di lini makanannya, harga cukup bersaing dengan spot fancy lain. Porsinya juga besar lho, jadi seimbang lah antara pengeluaran dompet dan pemasukan perut.

Jalan Terusan Dieng
Operating hours 10.00am- 10.00pm

The Library

Interior Library adalah yang pertama menarik hati. Di pojokannya ada tumpukan buku-buku yang eye catchy kalau dibaca sambil ngopi. Pada kenyataannya, setiap ke Library saya malah sibuk makan dan buku yang diambil dari rak cuma sempat selembar dua lembar saja. Fancy yet romantic?

Jurus bangau terbang. Gimana versi kamu?

A post shared by Mae Phoenix (@mae_phoenix) on

Mungkin. Karena di bagian sayap kanannya kamu bisa memilih tempat duduk ayunan yang bisa dinaikin berdua sambil ngobrolin masa depan. Atau duduk-duduk sambil naruh kaki di pangkuan pasangan biar dipijat karena capek berjalan?

Tapi kalau mau makan berat waktu kencan, pilih meja dan kursi dekat jendela saja. Sayup-sayup semilir angin, cukup menyenangkan ketika menghabiskan seporsi ribs steak yang porsinya sungguh aduhai. Biar agak menekan rasa malu kalau mau makan sambil krakot-krakot balungannya.

Dekat hutan jalan Malabar
Operating hours 08.00-23.00 (SUN-FRI) 08.00-24.00 (SAT)

Oura

Ini tempat paling baru dan pengen sekali saya coba, Oura namanya. Waktu nggak sengaja lewat jalan Pahlawan Trip, gedungnya masih gelap. Mungkin sekarang sudah ramai dengan kulinerian yang juga penasaran sama rasanya. Senyampang di timeline, Oura sangat fancy dengan pemilihan tema abu-abu di interiornya. Chic!

Feast. #OURAmlg

A post shared by OURA (@ouramlg) on

Konon kabarnya menu Oura adalah fusion antara Asian dan Western. Rasanya bagaimana masih belum banyak yang bisa saya tanya. Tunggu gajian ah, nanti saya kasih kabar ya gimana..

Jalan Pahlawan Trip A-11
Operating hours 10:00 – 23:00

Sharing after reading, yes?

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *