Kenapa Harga Pertamax Naik?

Kalau ditanya kamu pakai Pertamax apa Pertalite apa Premium, Neng? Semuanya dipakai menyesuaikan kondisi. Kondisi dompet tentunya. Jujur, kadang saya juga masih beli premium kalau pas salah masuk antrian pompa di SPBU baru kalau pakai mobil. Biasanya antrian Pertamax itu campur mobil dan motor, jadi kalau pas naik motor mah gampang-gampang aja salah antri dan mbelokin setir. Pas pakai mobil, seringnya ngikut antrian daripada diklaksonin orang. Lalu hari ini tanki mobil kosong blong dan galau karena per 1 Juli 2018 harga Pertamax naik. Kenapa?

Kenapa pas kosong blong gini dan harganya naik 600 per liter. Nyesel dan nyesel banget kan males ngisi kemarin sebelum harganya naik?

Sebenarnya masalah utama saya adalah saya sedang pelupa sangat dengan hari dan tanggal. Bukan melulu malas. Saya kelupaan tanggal undangan pernikahan teman cela-celaan di Twitter, hampir juga melewatkan pernikahan teman satunya lagi. Saya hampir kelupaan jadwal imunisasi si bocah di awal bulan Juni. Pun juga kelupaan bayar pajak motor di akhir bulan Juni. Sepertinya yang saya lupakan adalah hal-hal yang mengeluarkan uang ya?

Lemas hati saya ketika melihat timeline ramai dengan pertanyaan kenapa harga Pertamax naik? Kenapa? Kenapa saat tanki Mbak Sinta kosong dan tanki Hattori juga kosong. Setidaknya ada 52 liter bahan bakar yang harus saya beli demi kebiasaan mengisi full tanki karena menjaga kondisi mesin. 52 liter kalikan 600 sama dengan 31.200, itu lumayan banget kan nambahnya? Tapi, tapi menjaga kondisi mesin ndasmu, kok sampai habis bis gitu nggak langsung diisi, Neng?

Bayangkan saya harus menambah 31.200 setiap kedua tunggangan saya kehabisan bahan bakar! Bayangkan, dengan kenaikan harga Pertamax itu saya harus mencoret acara promo Buy 1 Get 1 Free minuman kopi di kedai langganan makan siang dekat kantor setiap minggunya!

Bayangkan, selisih harga bahan bakar itu bisa saya pakai buat beli makan siang seporsi Sate Ponorogo 5 tusuk plus lontongnya! Bayangkan selisih harga Pertamax sesudah naik itu adalah jumlah 4x saya membeli es teh favorit untuk teman makan siang!

Mulai tanggal 1 Juli 2018 ini rupanya kebiasaan makan siang saya harus diubah. Setiap promo Buy 1 Get 1 Free minuman kopi tidak dibarengi dengan makan sate ponorogo 1 porsi. Beli es teh favorit juga perlu dikurangi setidaknya 2x seminggu saja, ganti es teh warung yang beda harga separuhnya. Atau bawa minum air putih sendiri.

Harga Pertamax naik nggak bikin acara makan siang jadi berantakan kok. Tinggal mengatur kembali kesenangan apa kenyamanan atau penghematan yang mau saya pilih.

Pilihan untuk mencari-cari kesalahan tentu lebih mudah. Tapi, memilih untuk melihat kenaikan harga bahan bakar sebagai risiko memiliki kendaraan, juga wajib dilihat. Mau ngoceh harga Pertamax naik dengan terus berprasangka negatif dan memilih mengeluarkan komentar-komentar negatif sebagai pelampiasan unek-unek permasalahan lain, semua tergantung di jempol dan bibirmu.

Ini pilihan saya. Bukan saya tidak bisa memilih akan diberi hidup seperti apa dengan kenaikan harga Pertamax bulan ini. Saya juga tidak bisa memilih ketika mendapati hasil USG terakhir di #20WeeksPregnant bicara tentang jenis kelamin janin di dalam kandungan. Ndak kayak harga Pertamax naik dan menyesal kenapa nggak isi tanki sebelum tanggal 1 Juli, saya senang sekali mendapati hasil USG-nya.

Melengkapi kebahagiaan kehadiran Ragatori, sekarang saya sedang mencari nama bayi perempuan yang ada Hattori-hattori-nya. Apa ya kira-kira?

::: images from pexels.com

Sharing after reading, yes?

15 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *