Kalau Sudah Punya Anak, Travelingnya Ke Mana Ya?

“Neng, Jeep Camp cocok ngga untuk anak usia 3 tahun?”, salah satu pertanyaan yang saya dapat sepulang dari jalan-jalan kemarin, jadi bikin pertanyaan dalam hati. Akankah nanti setelah punya anak, saya akan kesulitan menentukan tujuan traveling?

Sebenarnya pertanyaan pertama itu pun bisa saya jawab dengan mudah. Jeep Camp bisa disesuaikan dengan yang pengen ngajak anaknya jalan-jalan. Si pemilik jeep sendiri ngajak anak bayinya dan balitanya test drive kok. So, saya pastikan perjalanan offroad dengan jeep ke Coban Tengah itu aman kalau anak tetap dipegangi selama di dalam mobil.

Lalu ke mana lagi perjalanan yang menurutmu aman untuk mengajak anak jalan-jalan?

Secara diplomatis, saya akan mengakui bahwa dengan belum punya anak seperti sekarang, semua destinasi yang pernah saya cicipi cukup aman untuk mengajak anak. Namun, tentu dengan banyak pertimbangan. Pilih bawa koper atau travel bag misalnya.

Beach, boys? #seminyakbeach #doublesixbeach #motherandboy #indonesiabeach #vacationinBali

A photo posted by NengBiker (@neng_biker) on

Bawa anak untuk traveling bagi sebagian orang sama dengan dobel barang bawaan. Jadi ke manapun tujuan, pasti harus menyesuaikan dengan berapa orang yang diajak jalan kali ini. Beda kan dengan backpackeran lalu ngajak anak umur 1 tahun misalnya. Ada mainannya yang harus dibawa, ada juga yang harus membawa peralatan masak sendiri untuk anaknya. Jadi pastikan diri sudah cukup merasa nyaman ketika akan memulai perjalanan bersama pasangan dan anak.

Lombok mungkin menyenangkan jika dijelajahi berdua bersama pasangan karena cukup menantang. Tapi jadi berbeda kalau membawa anak karena dari satu objek ke objek lain di Lombok cukup jauh sehingga anak akan bosan di perjalanan. Begitu juga Flores yang baru saya kunjungi beberapa waktu yang lalu. Ketika orang tua begitu menikmati keheningan dan keindahan lekuk alamnya, bisa jadi anak sudah lari ke mana-mana karena senang bermain di alam yang begitu sepi. Bayangkan jika tujuannya ke Pulau Komodo. Kayaknya belum saya rekomendasikan deh ngajak anak yang belum cukup umur ke situ.

Tapi kalau ke Bali, wow sangat saya rekomendasikan sekali.

Bali adalah surganya wisata keluarga. Setiap sudutnya menawarkan pengalaman yang bisa dinikmati bersama pasangan dan anak yang dari umur bayi pun sudah cukup bisa menikmatinya. Ada banyak objek wisata yang menyenangkan bagi orang tua, juga sekaligus bisa mengajak anak-anak untuk menjelajahi sudut-sudutnya. Museum Antonio Blanco misalnya. Atau Monkey Forest misalnya. Atau Waterbomm Bali misalnya.

Bahkan sepenjuru pesisir pantai Bali sangat mengasyikkan untuk dijelajahi karena letaknya yang cukup berdekatan. Anak juga bisa diajak untuk belajar kebudayaan dan tradisi Bali yang memberikan kedamaian dengan upacara yang biasanya dilakukan di tengah keramaian wisatawan.

Ya. Intinya adalah setelah menikah dan punya anak, bukan berarti traveling harus pensiun, bukan?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *