Jeep Camp, Tantangan Offroad, Cuaca, dan Pengen Tampil Gaya

Sepertinya chasing sunset sedikit saya tinggalkan, mengingat Bromo masih suka batuk. Bandara aja ditutup, apalagi jalan menuju Bromonya. Mari kita bergeser ke jalan-jalan yang sedikit lebih dekat dengan rumah. Karena indahnya Indonesia ngga harus sampai Flores atau Raja Ampat. Tengok kanan kiri, sambil ikutan saya Jeep Camp ke Coban Tengah!

Jeep Camp memang mengajak anak Malang yang suka jalan-jalan untuk sedikit cooling down mengenal potensi daerah sendiri. Ngga jauh kok. Cuma di atas Coban Rondo dikit yang sudah berjalan aspal dan cukup crowded dengan pengunjung.  Hanya jalur Jeep Camp menuju Coban Tengah yang dibikin menjauh dari peradaban, which is kalau ada jalan yang enak, dengan Jeep Landrover ini kamu akan dibawa mblusuk ke jalan yang ngga enak.

Secara yang pertama saya ikuti kemarin adalah one day trip to Jeep Camp, bawaan juga jadi minimalis. Ngga bawa carier yang puluhan liter. Cukup celana pendek, sepatu boots, topi dan kain dari Flores. Sama sekali ngga kepikir bawa jaket, apalagi jaket windbreaker untuk menangkal air hujan, kabut dingin, dan cuaca yang mendadak buruk di atas sana. Hasilnya, pas pulang sedikit masuk angin sih. Ya, yang perlu diantisipasi adalah perubahannya apalagi yang nggak terbiasa main di alam.

Cuaca sekarang memang susah diprediksi. Wong ya waktu berangkat itu semilir doang dengan tak berharap hujan. Eh baru naik dari Malang ke Batu-nya, hujan deras sudah menghadang. Land Rover terbuka yang saya naiki harus menurunkan kanvasnya biar kita terlindung, tapi ya tetep aja basah sih. Sempat deg-degan celana pendek saya sanggup nggak ya nangkal cuaca dinginnya. Soalnya, lagi pengen foto-foto gaya di Coban Tengah, tujuan Jeep Camp, dengan kain Flores yang saya bawa. Ala ala foto traveler jaman sekarang itu lho…

Untung sih ternyata cuaca ngga ngedrop abis. Hanya sempat hujan rintik-rintik begitu masuk jalur offroad. Malah nyesel tau, offroad kok tanahnya cuman lembap biasa. Seru kalau jumpalitan ban licin, nemplok tanah, dan jadi belepotan lumpur. Masih bisa ditangkal sama kaos 3/4 celana pendek dan sepatu boots saya malah ngga berlumpur sama sekali. Hanya basah aja.

Tapi kalau ada yang pengen ikutan Jeep Camp, kebandelan saya jangan ditiru ya. Jangan lupa siapkan jaket windbreaker yang cukup tebal selain kaus lengan panjang, celana panjang, syal, dan sepatu yang mumpuni untuk menghadapi cuaca dingin. Kalau ngga tahan dingin, bawa segala yang bisa menangkal angin, seperti pacar yang badannya lebar mungkin. Atau payung juga boleh dibawa.

Di Jeep Camp sudah disediakan tenda, tapi untuk kebutuhan sendiri lebih baik lengkapi dulu yang ngga tahan dingin itu.

Sharing after reading, yes?

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *