Yang Dipelajari Dari Belajar Menjadi Ibu Rumah Tangga

Kerja itu capek lho!

Jadi ibu rumah tangga itu juga cuwapek!

Pertikaian working moms dan stay home moms begini memang ngga pernah berhenti. Setiap perempuan memiliki pendapat masing-masing, begitu juga setiap pria yang jadi suaminya. Setelah leha-leha hampir tiga tahun pernikahan karena tinggal di pondok mertua indah, 24 jam yang lalu saya ditinggal berdua dengan si dia mengurus rumah yang ternyata besar juga kalau ngga ada orang.

Perlu diakui, seorang perempuan sebenarnya tidak dituntut untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah. TAPI yang perlu digarisbawahi adalah setiap perempuan memiliki naluri yang ngga pengen rumahnya berantakan. Itu aja deh. Baru kemudian karena sering mengambil semua pekerjaan rumah, jadilah seperti tugas seorang wanita untuk mengerjakannya.

Beberapa kebiasaan saya jadi berubah drastis dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Apa aja?

Bangun Siang!
Saya sering pekerjaan jadi alasan untuk bangun siang. Ya karena setiap saat kudu ngecek email untuk backup jika ada hal penting yang harus dikerjakan. Kemudian karena sudah terbiasa melek sampai malam untuk bekerja sambil lihat-lihat situs e-commerce seperti telunjuk.com begitu begitu, jadilah setiap malam tidurnya juga jadi malam.

Pagi ini, ngga bisa T.T

Ngecek Email Sebelum Mandi
Boro-borooo pegang HP. Yang ada langsung berangkat mberesin kamar, masak nasi, cuci piring, nyiapin bekal, sambil nyapu dan nyetrika. Si dia masuknya lebih pagi dari saya, jadi sedikit pekerjaan rumah yang bisa dikerjakan sebelum memakai seragamnya.

Sampai kantor saya baru lihat penawaran OK OK banget dari telunjuk.com seperti diskon gadget dan hp samsung sampai 58%, sepatu converse 90 ribu, juga ada kosmetik wardah murah. Huhuhu.

Masak!
Biasanya sih tinggal masuk-masukin nasi sama lauk. Stater motor anter ke si dia, trus ke kantor. Hari ini saya mulai masak nasi, cuci piring, goreng perkedel, ngulek sambel, siapin bekal, baru bisa antar setelah jam sudah lewat dari 8.30. IH WOW. Biasanya jam 8 sudah di kantor. Sayanya sih ngga biasa sarapan, tapi selalu berusaha menyiapkan sarapan untuk si dia.

Kemudian sampai kantor saya baru ingat kalau rendaman cucian belum dikucek dan dijemur. HAHAHAHA. Sumpah pekerjaan rumah tangga memang ngga ada habisnya ya? Saya salut sama mama saya yang totalitas mengurus keempat anaknya dan rumah yang selalu dihiasi dengan wangi masakan. Saya salut sama mama mertua yang dengan kesibukannya masih sempat masak, mengurus rumah, dan BERKEBUN!

Tolong kasih saya masukan gimana biar rumah bisa terjaga kebersihannya, dan sekaligus sempat masak seperti ibu-ibu lainnya.

Tolong dong T.T

badge

Sharing after reading, yes?

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *