Di Balik Secangkir Kopi, Ada….

Orang-orang yang bekerja dengan penuh cinta di sana. Mulai dari hulu sampai hilir. Mulai dari pemilik sampai penikmatnya.

Saya pernah melihat satu liputan tentang perkebunan kopi di Lampung. Tangan-tangan pekerjanya yang kasar dengan lembut membersihkan tanaman pengganggu di sekitar batang pohon kopi. Tangan yang sama itu pula yang membuai biji-biji kopi mentah dari dahan sampai diletakkan ke dalam keranjang di punggungnya.

Di lain dunia, ada tangan tua yang dengan hati-hati memanaskan air, menghitung suhu dengan cermat. Kemudian menuangkan air panas tersebut ke cangkir yang telah diisi bubuk kopi. Di ujung meja warungnya telah menunggu pelanggan yang sejenak melepaskan penatnya.

Sebuah perjalanan panjang bagi sang kopi untuk sampai ke penikmatnya. Tapi perjuangannya tentu tak sia-sia. Biji kopi terbaik akan menghasilkan rasa kopi yang otentik.

Sayangnya dahan tempat biji-biji kopi tersebut sudah menua bersama usia tangan yang merawatnya. Senangnya, sejak 5 tahun lalu perkebunan kopi di Lampung sebagai salah satu penggerak perekonomian rakyat ini mendapat dukungan dari THE NESCAFÉ Plan.

Program ini memberikan 18 000 000 tanaman bibit kopi berkualitas untuk meremajakan kembali perkebunan kopi petani. Tidak berhenti pada pemberian bibit, THE NESCAFÉ Plan secara kontinyu mengadakan program penyuluhab untuk meningkatkan kualitas biji kopi di Lampung tersebut. Langkah ini dinilai dapat membantu meningkatkan kesejahteraan penduduk yang menggantungkan asa pada biji kopi dan mengembalikan kejayaan Lampung sebagai penghasil kopi terbaik.

THE NESCAFÉ Plan direncanakan akan berlangsung sampai 2020. Waktu yang cukup untuk memperbaiki kualitas bercocoktanam yang baik agar biji kopi Indonesia tak kalah bersaing di pasar kopi internasional. Kamu, sudahkah mengetahui kisah Di Balik Secangkir Kopi yang biasa kamu seduh sendiri dari bungkus kopi NESCAFÉ-mu?

Sharing after reading, yes?

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *