Oleh-Oleh Dari Bandung

Refresh banget ya ngelihat hijau-hijau, udara yang sejuk, dan suasana yang ramah.

Yup, itu salah satu tujuan ke Bandung kemarin. Ketika mendadak dangdut harus menghadiri meeting dengan klien di hari Kamis, ajakan untuk jalan-jalan ke Bandung susah untuk ditolak. Meski risiko macet jelang long weekend dan Jakarta yang diguyur hujan mengintai, saya pun mengiyakan ajakan Rizka, teman di Jakarta.

Setelah berjam-jam dikelilingi kendaraan raksasa, jam 4 pagi kami meluncur masuk ke hotel Frances (was Nirmala Hotel) di bilangan Cipaganti. Check pointnya sebelah Radio Ardan deh. Hotel kecil namun friendly, dengan tambahan teras yang tertutup di dalam kamar. Mana fotonya? Ngga sempet, keburu pengen nemplok kasur :D. Begitu pula keesokan hari dan keesokan harinya lagi. Selalu lupa deh mau foto penampakan depan Hotel Frances.

Karena termasuk penumpang tambahan, saya kebanyakan ngikut aja dengan tujuan Rizka dan Ira. Biarpun lost, saya acungi jempol daerah tujuan mereka. Ini lho oleh-oleh saya saat ke Bandung long weekend kemarin.

FLASHY SHOP

Jl.Dipatiukur No.1 Bandung
West Java – Indonesia
Phone: +62 22 250 8393
Concept store di samping Bakso Boedjangan ini membuat saya jatuh cinta setengah mati. Barang-barangnya yang lucu dan imut, dengan koleksi warnanya yang kekinian, rasanya memang susah untuk memalingkan pandangan. Walau dari luar tampak biasa saja, koleksi Flashy Shop menyenangkan untuk dilihat dan dicoba. Saya naksir kaus flower print dengan angka 98 di dadanya, tapi ukuran saya 36 sih. Kejauhan kan ya?

NASI TIMBEL BAWEAN

JL. R.E. Martadinata, No. 138-140
Bandung
Sebelum ngider lebih jauh di Bandung, kami mengisi perut di Nasi Timbel Bawean yang legendaris. Sungguh saya sebel banget ngga bawa kamera untuk bisa lebih puas ambil foto-fotonya. Apa lagi yang bisa dibilang tentang nasi timbel ini selain, ENAK ENAK dan MURAH? Hmmm…

POP SHOP
Jl. Cimanuk No. 11, Bandung
Phone +6222 727 5449
Bandung memang gudangnya anak kreatif ya? Di Pop Shop sini bukan hanya menyediakan display hasil desain anak-anak muda Bandung, juga ada barbershop dan cafe yang konsepnya unik. Sudut concept store-nya menarik banget untuk dijelajahi. Barang-barangnya juga berkualitas, imut, dan manggil-manggil banget untuk dibeli.

RUMAH MIRING
Jl. Dago Giri 119 Bandung
Phone: 087822808389
Sebenarnya Rizka pengen ngajak ke Taman Lawang. eh wait… Lawang Wangi maksudnya. Tapi karena parkirannya masih penuh, mobil dibawanya mendaki ke atas melewati Burgundy Bandung, dan Salse Bandung, baru kemudian masuk ke parkiran Rumah Miring. Kabarnya former name Rumah Miring adalah Cloud9, music house yang kemudian banting arah jadi cafe dan resto serta meeting point. Bagus? Homie banget pokoknya masuk sini.
Ternyata fotonya tiba-tiba jadi panorama sendiri. Thanks MotoG! 😀

LAWANGWANGI CREATIVE SPACE
Jl.Dago Giri no.99 Bandung
Phone: (022) 2504065 / (022) 2504105
Setiap spot di Bandung yang dikunjungi selalu memiliki nafas yang berbeda untuk dimasuki. Lawangwangi ini misalnya, selain ada anjungan yang menarik untuk diseberangi, juga menyediakan art gallery dari hasil-hasil seni anak-anak muda Bandung. Minggu lalu pamerannya adalah foto-foto keseharian. Walau entahlah kenapa ada foto anak muntah yang dipajang saat itu.
Agak keki juga sih sebenernya waktu mau foto di anjungan. Kirain ada jembatannya langsung, ternyata lorongnya ditutup dan dipakai untuk dining table cafenya, sehingga kalau mau ke anjungan harus masuk cafenya dulu. Jadi sungkan, dan kemudian duduklah lagi kami di sini mesen pidsa :D.

MADTARI PISANG BAKAR dan ROTI PANGGANG

Setelah menuntaskan misi untuk mengunjungi adik Viggo Pradipta Sigit di Buah Batu, kehangatan semangkuk mie instan saat Bandung jelang malam membuat kami meluncur ke Madtari. Mau InTante? Yup, Indomie Tanpa Telur, Madtari memang jago deh bikin singkatan. Kata Ira, Madtari dulu hanya berupa gerobak pinggir jalan aja. Saking ramainya sampai bolak-balik diangkut dan kemudian mereka beroperasi menyewa tempat. Itupun masih ramai dan bikin macet pula. Pesona tumpukan keju parut di pisang bakar dan roti panggangnya memang tebel sekali, nak.

Tapi kemudian saya pesen Bakso Sapi Kuah Toge.

Sebagai orang Malang, sayang kalau melewatkan mencicipi menu bakso di negeri orang. Apalagi kuah toge dengan togenya yang gemuk-gemuk dan merangsang. Merangsang nafsu makan, biarpun perut sebenernya sudah kekenyangan. Yang ngga cocok cuma sambelnya ngga kerasa pedes. Itu aja.

PISANG KEJU
Malamnya makan pisang bakar, siangnya naksir pisang keju goreng. Abang penjualnya ada di depan toko kue Prima Rasa. Tepat di pojokannya bersebelahan dengan batagor enak di Bandung. Batang pisang tanduk yang digoreng lama sampai matang, kemudian dibelah dan diisi taburan keju parut, meses, serta susu kental manis. Rasanya? Manis abis. Mungkin saya bisa bikin sendiri ginian di rumah. Thanks idenya ya Bang!

SATE MARANGGI

Puas berkeliaran di Bandung, kami segera berkemas menuju pulang karena jalanan mulai padat dan rasanya bakal macet. Emang sudah macet sih. Lagian juga Ira dan Rizka uda ngga sabar untuk makan siang di Sate Maranggi yang tidak buka cabang di manapun selain di Purwakarta tapi sudah go international.

Menuju Sate Maranggi memang harus keluar dari Tol. Jadi ambillah gerbang ke Sadang, keluar dan belok kiri. Sekitar 15 menit kalau jalan lancar segera terlihat rest area Sate Maranggi. Tempatnya memang mirip rest area kata saya. Di tengah hutan jati yang luas, berjejer meja-meja panjang dikelilingi mobil yang terparkir. Dan harumnya sate maranggi pun menguar meski hujan turun dengan derasnya.

Selain sate sapi khas Sate Maranggi, disediakan juga sate ayam dan sate kambing, sop iga, ikan bakar, dan lain-lain yang ngga kalah enaknya. Bagi saya, tentu bumbu tomat kecap Sate Maranggi yang menggoda hati. Coba lihat cara bikin bumbu Sate Maranggi di foto di atas. Irisan tomat, BANYAK IRISAN TOMAT, dicampur dengan ulekan cabe rawit. Udah gitu aja, tapi rasanya sumpah uwenak jaya!

Harga Sate Maranggi mungkin sekitar 35an ribu rupiah per porsinya. Sensasi rasa dan pengalaman kulinernya yang berbedalah yang mungkin membuat ribuan orang bersedia mampir ke sini setiap harinya.

Sebuah penutup yang menyenangkan untuk liburan di akhir pekan yang panjang. Mungkin masih banyak lagi yang sebenernya saya lewatkan di waktu yang singkat itu. Kalian paling suka ke mana sih kalau ke Bandung? Kasih ide jalan-jalannya lagi dong!

 

 

Sharing after reading, yes?

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *