Ketemu Nadia Mulya di 60 Tahun Sarihusada

Iya, Nadia Mulya yang Ahli Seputar Gaya Hidup Mama Hamil-nya Lactamil dari Sarihusada itu!

Pagi di 30 Agustus 2014, travel saya yang terlambat masuk kota Jogja sedikit bikin ribet waktu menuju rumah Mamijul, Mbak Indah Juli dedengkotnya Komunitas Emak-emak Blogger yang stay di Jogja. KZL memang, tapi segera terobati dengan ngojek pagi-pagi menikmati udara Condongcatur yang masih segar.

Dari rumah Mamijul, jam 9 pagi kami segera menyusul rombongan dari Jakarta yang akan mendarat di bandara Adisucipto. Senangnya bisa ketemu sama Mba TitiwAkmar dan Mba Bunga, Mas Harrismaul, dan wajah-wajah yang samar masih diingat dari Jelajah Gizi 2. Tepat sesuai rundown, jam 10 dipisahkan dalam 2 bis kami menuju pabrik Sarihusada di Klaten.

Jogja yang terasa semakin panas dari terakhir kunjungan saya tahun lalu, jadi bikin betah ngadem di dalam bis daripada turun ke dalam pabrik Sarihusada. Itu pikiran pertama saya. Ternyata pabrik Sarihusada rindang banget dengan banyak hijau-hijau dan pohon yang tinggi menyambut kedatangan rombongan kami.

Di sini ketemu lagi sama mas Novan! Seneng banget dan jadi nostalgia lucu-lucuan di Jelajah Gizi 2.Kehangatan suasana pun ditambah dengan sambutan yang ramah, serta acara yang ngga lama langsung dimulai setelah kita icip-icip jajanan pasar di meja. Dihadiri petinggi-petinggi Sarihusada, acara 60 Tahun Sarihusada pun berlangsung dengan gayeng. Apalagi Mr Olivier, menyampaikan speech-nya dengan nada yang ringan dan menyenangkan. Dilanjutkan dengan sambutan dari jajaran petinggi Sarihusada lainnya, saya lebih sibuk ternganga-nganga melihat infografis perkembangan Sarihusada dari dirintisnya NV Saridele hingga memiliki 140rb meter persegi pabrik di Klaten ini.

Tahun 2014 ini, PT Sarihusada Generasi Mahardhika, nama lengkap dari Sarihusada telah genap berusia 60 tahun. Sejarah panjangnya terus menempa perusahaan ini menjadi penghasil produk nutrisi ibu dan anak kelas dunia. Pada tahun 2008, Sarihusada kemudian dikelola Danone dan semakin menggelorakan semangat dan keinginan untuk memberikan produk nutrisi yang terjangkau dan berkualitas tinggi yang terus terjaga sampai sekarang.

Beragam sertifikat produksi sesuai standar, higienis, safety, dan di berbagai lini pun kemudian diraih Sarihusada. Selain itu, Sarihusada memberi prioritas pada pengembangan research and development (R&D). Sarihusada didukung oleh jaringan yang memiliki lebih dari 400 peneliti ahli Danone yang tersebar di pusat penelitian di Indonesia, Singapura dan Belanda.


Yang saya garis bawahi dari paparan di pabrik Sarihusada ini adalah komitmen mereka untuk memberikan lingkungan kerja yang sehat bagi karyawannya. Mulai dari rumah, di tempat kerja, hingga mereka kembali pulang ke keluarga. Ke depan, langkah cinta Sarihusada untuk anak bangsa akan diwujudkan dengan terus melayani kebutuhan nutrisi serta edukasi gizi bagi anak-anak dan ibu di Indonesia. Sarihusada turut berkiprah dan mendukung gerakan global “1000 Hari Pertama Kehidupan” dan menjadi tema seminar di Hyatt Regency Hotel Jogja di sore harinya.

Sementara itu saya sempat berkeliling-keliling pabrik Sarihusada yang naudzubillah luasnya sehingga harus naik bis untuk ke bagian R&Dnya. Dan melihat ke dalam bagian produksi yang bisa dikunjungi, seperti bagian pengepakan ini, bikin saya merasa berada di film Monster Inc. Berkotak-kotak kardus, dengan produk yang terus berdatangan dan harus dipacking, rasanya mengasyikkan untuk ditonton. Pabrik ini bekerja 24 jam sehari, dengan kapasitas produksi mencapai hampir 350ton per hari. Ngitungnya aja bakal bikin senewen kan?

Nggak usah repot-repot.

Yang penting kamu paham banget sama komitmen Sarihusada dalam memberikan produk nutrisi dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang nggak kalah sama produk nutrisi awal kehidupan lainnya. Karena di laboratorium R&D kami juga melihat bahwa setiap hari dari seluruh hasil produksi diambil sampelnya untuk diteliti kualitas rasa, bahan, dan warnanya agar tetap sempurna sampai ke tanganmu. Mau jadi lidah pencoba rasa susunya? Ternyata agak susah juga memahami cara kerjanya. Makanya kami betah banget bertanya-tanya di sana, sampai dipanggil bolak-balik karena sudah habis waktunya :D.

Perjalanan setelah dari pabrik Sarihusada di Klaten dilanjutkan ke Hyatt Regency untuk check in dan mengikuti seminar 1000 Hari Pertama Kehidupan. Saat itu pun saya masih nggak paham kalau bakal ada Nadia Mulya yang akan menjadi moderator seminar. Dalam hati, waktu Nadia mulai ngomong, ini siapa ya kok suaranya familier banget.. Ternyata Nadia Mulya! *saya merasa gagal jadi editor kolom gosip*

Nadia Mulya hadir mendampingi Prof Endang L. Achadi, MPH, Dr.PH, Guru besar tetap dalam bidang Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dengan topik “Seribu Hari yang Menentukan Masa Depan Bangsa”. Serta mendampingi paparan Dr Pinky Saptandari, MA, Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (PP & PA), dengan topik “ Dukungan Budaya dan Keluarga dalam Pemenuhan Gizi Ibu dan Anak”.

Di sini saya belajar banyak mengenai persiapan dan langkah penting yang harus diubah mulai dari sekarang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Buat saya, buat keluarga, dan buat dibagikan ke lingkungan demi tercapainya Indonesia yang lebih sehat.

Langkah itu dimulai dari mengubah gaya hidup, bahwa kita harus melihat kembali potensi bahan makanan yang dimiliki Indonesia. Menghindari junkfood, makanan instan, serta makanan yang dapat mengubah kebiasaan makan sehat yang telah didapat dari orang tua agar terus berlanjut ke anak cucu. Namun ada beberapa yang perlu dihindari juga, yaitu karena kebanyakan keluarga muda masih bergabung bersama orang tua, sehingga kebiasaan-kebiasaan pemberian nutrisi ala orang tua yang tidak sesuai dengan perkembangan anak, perlu diubah. Menerima warisan pengetahuan dari orang tua memang penting, tapi sebaiknya sesuaikan juga dengan pengetahuan terkini tentang makanan yang akan kamu berikan ke anak. Tujuannya tetap, yaitu nutrisi yang seimbang untuk kesehatannya kelak.

Ini yang akan saya catat banyak-banyak untuk keluarga saya nanti. Sambil berbincang-bincang tentang pengetahuan baru yang baru didapat, kami bergegas untuk ke kamar, mandi, dan segera siap-siap untuk acara ramah tamah Sarihusada dalam Gala Dinner. Acaranya asyik banget, dan makanan yang disuguhkan pun sehat-sehat. Ada keripik bayam sukaan saya! Senangnyaaa…

Oya, blogger-blogger yang hadir malam itu, sempet juga narsis bareng sama mba Nadia Mulya. Langsing banget kan! Padahal anaknya sudah dua! *nangis sedih di pojokan*

Keriaan 60 Tahun Sarihusada belum berakhir.

Masyarakat kota Jogjakarta pun ikut bersenang-senang dalam acara fun walk di Alun-Alun Kidul. Pemandangan merah-merah dan putih dari peserta acara jalan-jalan ini menggugah semangat band Wali yang menghibur di tengah panasnya lapangan alun-alun. Beberapa lagu yang digelontorkan sangat memberi warna di hari yang panas ini.

Apalagi ada booth foto warna-warni yang oke banget! Hahaii… yuk mari kita berfoto bareng!

Rasanya hati masih belum puas bersuka ria merayakan hari ulang tahun Sarihusada. Namun kenyataan sudah menanti di depan mata. Tepat jam 8.15 malam, kereta Malioboro Express membawa saya kembali ke kota tercinta. Mendahului rekan-rekan lainnya yang masih mengikuti sesi wrap up bareng Pak Arif Mujahidin dari Sarihusada, dengan membawa pesan agar kami semua tidak berhenti menggalakkan gerakan mengedukasi gizi bagi masyarakat melalui tulisan dan artikel di media dan sosial media.

Seru. Senang. dan terharu banget bisa ikutan rangkaian Sebuah Cinta Bernama Sarihusada ini. Semoga bisa ketemu lagi di waktu yang laen!

Sharing after reading, yes?

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *