Dear Robbie, Sampai Jumpa di Inggris!

Dear Robbie,

Masih ingatkah kamu pada saya? Gadis SMP yang hobi dikuncir dua, sahabat penamu nan jauh di Indonesia. Waktu berlalu begitu cepatnya, sampai tiba-tiba saya sudah berkepala tiga, apa kabarmu di Isle of Wight sana? Terima kasih telah begitu sabar membalas surat saya yang belepotan bahasa Inggrisnya ya. Apakah home stay milik keluargamu masih menerima pelajar-pelajar dari Indonesia, Rob? Papa saya mengingat dengan baik lorong-lorong tempatnya belajar, dingin, tapi hangat karena keluargamu baik sekali merawat perantauan sepertinya.

Maaf tulisan ini mungkin mengagetkamu Rob, setelah lama tak bersua saya hanya ingin mengabarkan kalau SETELAH 22 TAHUN LALU BERKIRIM SURAT DENGANMU, SAYA AKAN KE INGGRIS! Akhirnya saya bisa melihat langsung bangunan-bangunan megah icon Inggris yang kamu banggakan itu, Robbie! Hanya kali ini saya harus menjawab pertanyaan dari Mister Potato, Kenapa Saya Harus Pergi ke Inggris untuk memenangkan jalan-jalan NGEMIL EKSIS PERGI KE INGGRIS.

Kenapa saya harus pergi ke Inggris?

Karena kiriman foto-foto liburan musim panasmu yang membuat saya terbayang-bayang puluhan tahun lamanya. Saat kamu nampang di depan Big Ben atau saat berkunjung ke Buckingham Palace yang megah mewakili supremasi kerajaan Inggris yang kamu banggakan itu. Big Ben memang mengingatkan saya pada bangunan Jam Gadang dalam versi mini, tapi Buckingham Palace kayaknya jauh lebih besar daripada gedung Bank Indonesia yang keren banget di Jogja itu ya?

Berulangkali saya melihat foto Big Ben dan Buckingham Palace sebelum akhirnya mantap memilih menjadi Arsitek untuk membangun kemegahan yang sama di Indonesia. Janji-janji masa kecil untuk saling mengunjungi ke Indonesia dan ke Inggris, janji bertukar dingin membekunya London atau panasnya matahari di khatulistiwa, membuai saya dalam mimpi, bahwa ada teman yang menyenangkan di antara jauhnya jarak terbentang. Sayangnya, saya kehilangan jejakmu di sana. Semangat menggebu membuat Big Ben dan Buckingham Palace di Indonesia dan kemajuan teknologi malah menjauhkan saya dari impian masa kecil, melihat Isle of Wight dan bertemu denganmu.

Entah di mana kartu pos kirimanmu dulu itu, Rob, saya lupa menyimpannya di mana saat berpindah dari rumah papa. Sekarang, setiap saya mengingat bungahnya suratmu yang menceritakan indahnya kedua bangunan megah itu, Google lah yang membantu saya menggambarkannya. Dan Mister Potato yang akan mewujudkannya.

Bayangkan Rob, bukan hanya ke Big Ben dan Buckingham Palace, Mister Potato akan membawa saya ke 12 icon Inggris lainnya selama 7 hari!!!

Big Ben dan Buckingham Palace hanya 2 dari 7 ikon Inggris yang akan saya datangi nanti, Rob. Masih ada Westminster Abbey, Trafalgar Square, London Eye, Beatles Museum, dan King Cross Station, dalam daftar yang harus saya kunjungi langsung juga. Masih ada lagi 7 stadion bola legendaris dalam daftar itu, Rob. Seandainya kamu bisa menemani, kita jalan-jalan ya ke Stamford Bridge Chelsea, White Hart Lane Tottenham Hotspur, Old Trafford Manchester United, Etihad Stadium Manchester City, Anfield Liverpool, dan Goodison Park Everton.

Sama satu lagi yang bikin saya terkikik geli, kita akan ke Emirates Stadium Arsenal! HELOO GOONERS #dadahdadahsama #PakBos.

Pak Bossss! Yuk, kita ke markasnya Arsenal!

Iya kamu, pakbos! Ngga bisa pergi pak? Kalau gitu kasih saya cuti panjang ya pak, nanti saya bawakan merchandise aseli Arsenal khusus buat pak bos deh, pengganti surprise party yang gagal kapan hari untuk ulang tahun pak bos 🙂 .

Maaf ya Rob, tapi saya ngga bisa menampik rasa senang saya bisa mengunjungi markasnya Arsenal saat ke Inggris nanti. Pak bos saya ituu suka mecucu kalau Arsenal kalah di pertandingannya, untungnya kemaren dia menang setelah puasa gelar lamaaa. Jadi suasana hatinya lagi baik, saya pasti bisa ke Inggris deh ketemu kamu. Eh tunggu dulu, Isle of Wight dan London tidak terlalu jauh kan? Kita pasti akan bertemu dan bisakah kamu mengantarkan saya ke Baker Street nomer 221b?

Ada satu lagi teman yang ingin saya kunjungi. Big Ben dan Buckingham Palace serta Emirates Stadium Arsenal sudah pasti. Ke Baker Street 221b, boleh kan masukin daftar?

Karena saya ingin duduk di sofa berkaki rendah dan nyaman tempat Sherlock Holmes berpikir itu. Siapa tahu saya bisa menemukan jawaban dari pertanyaan paling njelimet dari semesta alam, duluan mana telor sama ayam?

Kamu tahu jawabannya, Rob?

Tunggu sampai saya menjejakkan kaki di Inggris, dan jawab langsung di depan saya.

—–  xoxo —–

Sharing after reading, yes?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *