Antara Terbul Merona dan Terbul Hao Hao Premium

Riuh rendah popularitas terang bulang dengan aneka topping baru yang antimainstream dari meses, kacang dan keju, mulai memasuki tahap baru. Setelah Terang Bulan Merona yang daftar antrinya bisa sepanjang mie panjang umur, kota Malang kembali digempur pemain dari kota sebelah, Hao Hao Premium.

Saya ngga begitu menggemari terang bulan kelas ini meskipun murah. Dibandingkan Terang Bulan Pecenongan yang dibanderol sampai 150 ribu per loyang, jelas terang bulan di Malang ini jauh lebih murah mulai dari 40 ribuan lah. Tapi, dengan gajimu yang segitu saja, beli terang bulan harga 50 ribu ya kadang mikir, kan?

But yes, Terang Bulan topping Silverqueen, Toblerone, Nutella, sampai Ritter Sports memang menggoda untuk dicoba. Kebetulan lagi ada rejeki untuk mencoba, Terbul Merona topping Toblerone dan Terbul Hao Hao Premium topping Silverqueen + Keju Kraft pernah mampir di perut. Dari segi topping jelas beda ya, mari kita nilai dari faktor lainnya.

Walaupun pemilik Terbul Merona adalah temen sendiri, tapi saya baru bisa mencoba cukup lama sejak dia buka. 2x mengunjungi, daftar tunggunya sampai jam 11 malam. 1x mencoba memesan lewat sms, kok ya kebetulan pas libur, hahahaha. Setelah itu si cinta yang inisiatif memesankan, langsung gol gitu. Terbul Tobleronenya memang nampak menyenangkan ketika dimasak, kata cinta. Sang pemilik royal sekali mencacah 1 batang Toblerone untuk terbul pesanan saya. Karena hanya berdua di rumah, 1 loyang terbul seharga 65 ribu itu, habis 3 hari. Terbulnya sendiri sangat legit, tidak keras meski sudah dingin. Di timelinenya, dia menjamin kalau bahan pembuatnya kualitas premium, termasuk air aqua untuk mengaduk adonannya, serta kreasi kulit greentea yang layak untuk dicoba.

Bagaimana dengan Terbul Hao Hao Premium? Terbul yang kabarnya berasal dari kota sebelah ini sudah memiliki banyak cabang di Indonesia. Di tengah gerimis hujan, saya dan kakak tidak mengalami kesulitan mencari dan langsung memesannya berkat petunjuk dari @ripcu. Terbul Silverqueen dan keju Kraft, baru kami makan sejam setelah dipesan. Bagian terbulnya sudah cukup padat, sementara cokelat dan kejunya lumer sempurna. Apalagi Hao Hao memberi pilihan ukuran besar dan kecil, yang ukuran kecil aja cukup buat kami sekeluarga. Selain karena bagian terbulnya yang memadat, so far kami menyukainya.

Itu masalah rasa, ukuran, dan daftar antrian. Yang sangat berpengaruh lagi bagi penilaian saya tentu masalah lokasi. Merona buka cukup sore, jam 6an baru melayani dengan segitu banyak daftar antrian. Hao Hao buka jam 4 dengan antrian yang biasa saja mungkin karena belum banyak yang mengenalnya ya. Mengunjungi Hao Hao di Jalan Ijen depan SOB tentu lebih masuk akal bagi jadwal saya sehari-hari ketimbang ke arah Tidar untuk mengunjungi Merona.

Jadi, mana yang kamu suka? Saya sih lebih suka kalau Merona buka cabang sedikit lebih mendekati kota ;). Ini perbandingan harganya kalau kamu masih belum mencoba ya.

.

20140330-182854.jpg

UPDATE
Berdasarkan masukan dari Boolixious, Terbul Glory yang punya beberapa cabang di Malang, di antaranya di Suhat, Sulfat, dan Sawojajar, layak dicoba. Benar. Glory yang identik dengan warna hijau juga menyediakan Toblerone dan nutella untuk toppingnya. Sementara saya sudah pesan terbul durian. Adonan Glory juara. Dia bisa jauh lebih empuk bahkan dari Merona. Kabarnya sih, dia pake air RO, reverse apaa gitu loh untuk adonannya.

Tinggal terbul spektakuler di Suhat nih yang belum dicoba.
>

Sharing after reading, yes?

9 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *