Tips Jalan-jalan Asyik Ke Bromo

Menanti sunrise di penanjakan, menjelajah bukit pasir berbisik, berpelukan di bukit teletabis, adalah tiga dari menariknya kawasan Bromo untuk dinikmati. Namun, petualangan menuju kawah Bromo sendiri itulah yang menjadi magnet menuju kawasan magis berpasir ini.

Sejak duduk di bangku SMA saya telah menjelajahi Bromo mulai dari naik mobil pribadi, naik mobil sewaan, naik motor, dan yang terakhir naik jeep sewa. Ada banyak sekali perubahan di jalur menuju Bromo ini. Di antaranya mobil pribadi dilarang masuk ke area padang pasir Bromo demi menghidupkan ekonomi masyarakat setempat. Terakhir kali ke Bromo, kijangnya @not_phero masih boleh sampai ke Penanjakan. Dan berikutnya saya dengar mobil-mobil tidak boleh sama sekali masuk ke Bromo dan harus diparkir di pos-pos masuk Bromo seperti pos di kawasan Tumpang ini.

Haqqi bayar tiket masuk

Berbeda dengan trek dari jalur Nongkojajar, lewat Tumpang membutuhkan stamina yang tinggi dari kendaraan yang kamu pakai. Perhitungkan staminamu, perhitungkan juga kondisi dompetmu. Percayalah, daripada kamu harus ndorong motor melewati tanjakan demi tanjakan, jalan di lautan pasir, dan kembali ndorong motor di jalan menuju pulang. Tidak hanya satu motor yang saya lihat mrotoli di perjalanan lewat Tumpang. Ada buanyak, kak. Uda cape ndorong motor, duit pun terkuras untuk ngganti onderdil sepulang dari Bromo.

Sebenernya saya baru nemu satu keasyikan baru lewat jalur Tumpang ini. Siapa tau kamu membutuhkannya tips jalan-jalan asyik ke Bromo versi saya ini.

Kalau mau ke Bromo, coba inventaris dulu anggota rombongan yang ikut.

1. Berapa orang yang akan berangkat – perhitungkan kemampuan masing-masing anggota rombongan. Jika memang petualang-petualang handal di jalanan dengan kondisi motor atau mobil yang mumpuni, berangkatlah dengan mobil dan motor pribadi. Jumlah orang yang berangkat tentu diimbangi dengan jumlah uang yang harus dipersiapkan. Anggarkan untuk kepentingan pribadi, juga untuk kepentingan umum seperti kas anggota perjalanan.

2. Naik apa berangkatnya – sekarang ada banyak jalan menuju Bromo ada juga banyak kendaraan menuju Bromo. Selain dengan mobil dan motor pribadi, ada banyak persewaan mobil, motor trail dan jeep yang siap membawamu ke sana.

3. Lewat mana jalurnya – Bromo bisa ditempuh lewat jalur Probolinggo, Nongkojajar dan Tumpang. Jalur Probolinggo dan Nongkojajar bersahabat untuk setiap jenis kendaraan. Tidak jika kamu memilih lewat Tumpang. Tanjakan terjal bersaing dengan jalan makadam. Turunan tajam dihiasi dengan tanah dan batu mencuat lepas dari tempatnya. Artinya apa? Artinya tidak semua kendaraan bisa dengan aman melewati jalur ini.

Jika ingin aman, pilihlah langsung menggunakan jeep dari awal perjalanan jika kamu memilih jalur Tumpang. Memang mungkin kamu tidak merasa asyik dan gagah jika tidak naik motormu sendiri ke sana. Tapi berpikirlah 100x karena naik motor dan keterampilan mengemudi standar ke sana tidak disarankan. Daripada kantong bolong setelah pulang dari Bromo, lebih baik bergotongroyong serombongan untuk menyewa jeep langsung dari Tumpang.

Seperti kami 🙂

Masih merasa kurang keren kalo ngga naik motor ke Bromo?

Berapa modal nyewa Jeep?

Untuk rombongan di atas 10 orang dengan jeep terbuka bisa jadi kurang dari 100ribu saja. Jeep terbuka yang kami sewa harganya 900 ribu untuk penyewaan 2 jeep. Masing-masing jeep diisi 10 orang cukup lapang walau maksimal diisi 15 orang. Siapkan juga 10ribu untuk tiket masuk ke Bromo, dan 5ribu untuk popmie atau mie instan, serta 2ribu untuk ke toilet.

Kurang? Bawa sendiri perlengkapan mulai dari topi, syal, sarung tangan, dan jaket yang tahan dingin. Bawa juga minum dan makanan secukupnya untuk cemilan. Ditanggung bersama satu rombongan tidak masalah. Harganya jauh lebih murah. Kontak @haqqi lewat twitter untuk info lebih lengkap.

Atau kontak Pak Arbin 081217973555.

 

Sharing after reading, yes?

18 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *