Untuk Para Mantan

Di sudut barak bambu Basecamp Captain Kidd Airsoftgun, 4 tahun lalu di Agro Kusuma Wisata, kami pertama bertemu. Masih tertunduk saja dan melirik malu-malu diiringi desingan peluru. Dan pertemuan-pertemuan selanjutnya bikin hati kita bersatu.

Tak pernah ada yang namanya jalan lurus tanpa liku. Bahkan naik turunnya pun bikin hati banyak tersayat sembilu. Perbedaan umur yang bagai pelana kuda itu, pernah jadi faktor penentu. Tapi, entah kenapa kami bisa terus berjalan beriringan melenggang dan berjalan lurus ke arah situ.

Cemburu. Adalah bumbu. Apalagi mantannya adalah salah satu pemilik gelar mbakyu kota Malang. Dan mantanku yang laki banget karena sejarah anak motorku. Lucu. Selalu mengungkit masa lalu dalam masa 4 tahun itu. Tapi, jari aku dan kamu selalu bertaut. Feeling aku dan kamu saling menyahut.

Sampai gelaran eduAXIS malam itu seminggu setelah penetapan tanggal 1, 2 bulan setelah dia melamarku. Kamu, hilang. Tak pernah teraba gelisahnya hatimu. Tak pernah terasa kamu ingin meninggalkanku. Kelimpungan tak tentu arah mencari jejakmu. Dengan soundtrack Kau Jaga Selalu Hatimu terus berputar di otak agar aku tak berhenti yakin kamu selamat. Dan segala doa dan harapan yang terjawab ketika kamu pulang adalah kunci masa depan. Cerita Empat Tahun pun…berujung di kawinan. Itu kata kuncinya.

image
Thanks kompilasi fotonya dari Wildamalia dan Sandynata ^^

 

1 Desember 2012. 09.25. “Saya terima nikah dan kawinnya…binti…. dengan mas kawin sebesar 112012 rupiah dibayar tunai!” berkumandang pasti dari hati dan bibir yang teguh terdengar dari ruang riasku. Riuh ramai suara SAH bersahutan. Alhamdulillah. Cincin tunangan yang 3 bulan lalu longgar kini sudah sesak berpindah jari. Alhamdulillah.

Kisah pacaran sudah ditutup. Dari lubuk hati terdalam, aku. Kami. Kami berdua mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari teman-teman selama pasang surutnya hubungan kami. Mohon doa restu semoga perjalanan kami selanjutnya jauh lebih baik dari yang selama ini sudah kami lakukan.

Untuk para mantan kami berdua, terima kasih, perjalanan ini tak berarti tanpa kehadiran kalian mewarnai hidup kami.

Sharing after reading, yes?

22 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *