Jelajah Kuliner Di #MalangUklam3

Memasuki putaran ketiga #malanguklam, kali ini rutenya deket-deket ruma aja, yaaay \(^_^)/. Dari bersatu, berdua, di edisi ketiga ini pesertanya banyak! Ada tujuh orang yang ikutan, Sandynata, Winawibiy, Fajarembun, Redsvendetta, Okinay, dan Swedho. Dengan masing-masing akun yang diwakili @malanguklam @malangkuliner dan @aremafood.

Jelajah Kuliner daerah Sawojajar ini menyenangkan. Karena sebagai orang Sawojajar, yang saya tau cuman Saboten, Ayam Roker dan Ayam Lintang. Beserta warung Kediri, warung Pecel Padang, dan Batagor Pasar Sawojajar. Kali ini, apa ya kejutan untuk saya?

Rute dimulai dari check point di Giant Sawojajar, bergerak menuju ruko yg hitz itu sekalian untuk nitip motornya Wina n Mbun. Kemudian menuju Es Selun yang mulai kehilangan jayanya. Belok lagi melihat Bakso BNI yang belum buka, dan Bakso Solo yang tersohor seantero Sawojajar. Mampir sebentar di pujasera baru pojokan ruko yang OMG jual tahu gejrot! OMG, saya baru tau, asyik asyik kapan2 bisa dicoba! Langkah kaki kembali berayun, kali ini tujuannya icip2 Batagor Pasar sambil ngintip bubur ayam yang katanya uwenak! Misi batagor accomplished. Misi bubur gagal karena tempatnya pindah lagi, gosipnya uda keempat kali pindahnya.

Wilayah kuliner Danau Bratan leluasa dijelajahi karena masih pada tutup. Beberapa tempat yang spotnya bagus, sayang sekali sudah pada tutup. Penerawangan kami sih karena kalah bersaing dengan Roker dan Lintang. Mungkin kalau genrenya beda dan dikemas dengan beda juga, misal seperti Spesial Sambel, kayaknya bisa menggebrak lidah masyarakat sekitar. Semoga kuliner selanjutnya bisa bersaing dengan sehat di tempat yang sudah ditinggalkan itu.

Velodrome adalah puncak perjalanan. Tapi kami tidak menguliner di sana karena terlalu crowded dengan pengunjung, kami berhenti isi perut di Pecel AE. Baunya yummy, tapi perut saya masih kenyang batagor. Sedikit perdebatan pecel paling enak, saya kekeuh belum ada pecel enak di Sawojajar. Kata Reds pecel Cak Awik enak, padahal waktu saya beli rasanya ampang. Beda lidah?

Dan tepat pukul 11 saya sampai rumah lagi. Wow! Padahal etape #malanguklam 2 rasanya lebih jauh tapi cuman menghabiskan waktu 2 jam. Ini yang deket ruma malah nyaris 4 jam! Panasnya jadi ngga ketulungan. #Malanguklam 4, jalan malem aja yuuuk?

Yang penting, sebats trus cabs!

Foto2nya FajarEmbun lihat di sini ya

Sharing after reading, yes?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *