Manisnya Coklat di De Chocolat Cafe

Deretan cafe yang perlu dikunjungi di kota Malang semakin panjang saja. Belum sempat ke yang satu, sudah muncul yang lain dengan genre yang berbeda. Pernah melihat De Chocolat?

De Chocolat melawan mainstream kopi dengan menyuguhkan menu berbasis coklat bahkan sampai pohung aka telo cocol coklat. Lucuk, setiap gelas dan piringnya berlabelkan De Chocolat yang apik. Kami memilih Blueberry Chocolate dan Hot Chocolate. Standar. Justru itu menu standarnya harus dicoba, kalau standar yang sering dilewati ngga enak, gimana yang sudah olahan? *ngeles* 

Selain minuman coklat, saya juga memesan Choco Casava (pohung goreng cocol coklat), Double Sausage  dan french fries. Di luar hujan, jadi ngemilnya banyak. Intinya sih mau makan Fried Rice sayangnya katanya sold out *sambil nglirik jam 7pm*. Dengan logika jam 7 masih sore dan nasi goreng itu menu yang paling mudah dibikin kayaknya kok lucu. Kalau Sandynata dulu pesan choco casava dengan coklat di gelas yang meleleh-leleh, coklat saya beku. Jadi pohungnya ngga bisa dituang, akhirnya dicocol. French friesnya enak dengan taburan apa ya itu, kudu nyoba bikin kayaknya. Dan sosis gorengnya bikin saya mikir yang iya-iya. Ada Tom Yun juga lho… next saya pesen tom yum aja.

Kalau mau ngeliat arsitektur dan tampilan cafe coba lihat di blognya Sandynata. Saya terlalu malu untuk foto-foto kalau lagi banyak orang gitu. Rasanya belum terlalu lama muncul, De Chocolat Cafe sudah memiliki banyak penggemar rupanya. Sofa-sofa berbantal besar menyenangkan untuk pacaran di pojokan secara di rumah saya ngga punya sofa segede itu juga.

Belum tau tempatnya? Untuk keluarga muda dan yang usia sebaya sama saya-yang-sering-nyari-kado-buat-bayi pasti tau Buchi Kids di sekitaran Perempatan Rampal. Nah De Chocolat ada di sebelahnya. Cukup tricky kalau mau parkir, Buchi Kids pengunjungnya buanyak, mending pakai motor daripada mobil. Yook., ke sana?

 

Sharing after reading, yes?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *