Nonton Petualangan (Snowy) Tintin

Menyebut Tintin jadi teringat komik di saat saya masih berseragam putih merah. Si jambul kuning, kapten kapal, duo detektif dan anjing kecil putih salju.

Puluhan tahun kemudian, Tintin menjelma menjadi film setengah animasi yang kalo ditonton di bioskop 3D pasti bagus sekali. Dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi, karena review orang-orang yang sudah lihat ga menyenangkan juga, saya dadakan berangkat nonton ke bioskop. Sayangnya, Rumah Hantu yang kapan hari pocongnya berkeliaran itu sekarang pindah di samping pintu masuk studio. Damn. Jadi masuk beli tiket sambil merinding denger yang teriak-teriak di dalam rumah hantu.

Tiket di tangan, saya langsung melesat masuk studio. Kasian si pacar kelaperan. Ngga lama Tintin pun bersliweran di layar lebar. Saya ngga ngerti banget spesial efek yang dipakai Steven Spielberg di film ini, so I called itu half animation aja ya. Tokohnya tampak asli, tapi rautnya kurang berekspresi. Kayak nonton manusia-manusia lilin gitu deh. Saya uda ga begitu ingat Rackham Merah, jadi saya ikuti saja jalan ceritanya.

Hey, saya rasa, tokoh utama di film ini si Snowy, you know. Gerak-geriknya bagai magnet menarik ke mana saya harus melihat. Tintin dan Captain Haddock malah jadi nomer sekian. Bahkan buntut kecil Snowy pun lebih terlihat menarik di adegan pertunjukan menyanyi Bianca Castafiore. Sayang, ekspresinya nanggung ga kena feelnya :).

Overall, Tintin ini film yang cocok ditonton segala usia. Anak anda baru selesai ujian? Ajak dia nonton untuk hadiah telah belajar keras. Di Tintin dia akan belajar berpikir keras mencari petunjuk menyelesaikan masalah. Adegan kejar-kejarannya memang tampak mustahil bagi kita yang sudah dewasa, tapi buat mereka pasti very funny!

So, ajak keluarga nonton yuk?

(NengBiker/WP for BlackBerry)

 

 

Sharing after reading, yes?

15 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *