My Sister’s Keeper

In a gloomy mood, saya memilih nonton My Sister’s Keeper sebagai pengantar tidur tadi malam. Sebenarnya pilihan yang salah, karena bikin mood semakin down mengingat hari yang berat yang baru saja berlalu.

Film drama keluarga yang anak ke duanya mengidap kanker darah atau leukemia. Semua anggota keluarga, bapak, ibu, anak pertama, dan anak terakhirnya menjaga dan merawatnya dengan baik, dengan iklas. Sampai suatu hari si adek mencari pengacara yang mau memperjuangkan hak atas badannya. Anna, si adik, adalah anak yang dilahirkan dengan fungsi sebagai donor untuk kakaknya penderita leukemia tersebut. Di balik itu ternyata Anna didorong oleh keinginan menyelamatkan kakaknya yang sudah berjuang melawan kanker dan kehilangan kekasih yang sama-sama pengidap kanker. Alasan si kakak masih terus berjuang adalah keinginan si ibu yang ingin menyelamatkan nyawanya dengan berbagai cara. Ketika alasan Anna terungkap, ibu rela melepaskan, si kakak menghembuskan nafas terakhir malam itu juga. 

dari http://www.imdb.com/title/tt1078588/

Berat ya menjadi saudara dari orang yang mengidap penyakit berat bahkan susah disembuhkan. Cobaan tidak hanya untuk si penderita, tapi juga seluruh keluarga yang harus merelakan kebahagiaannya dinomorsekiankan demi kesembuhan. Seperti mirip. Bahwa sebagai saudara, kita suatu saat akan berada di pihak yang dikorbankan untuk kebahagiaan saudara lainnya. Tentu saat dia bahagia kita akan ikut bahagia walau tidak mengerti harus bahagia di bagian mananya.  Menerima perlakuan yang berbeda, dan menelan ludah saat potongan kue terbesar ada di depannya, bukan di depan kita yang sudah mengalah untuknya. Pun saat dia kembali sakit, kita pula yang merawatnya, menunggunya sampai sembuh, bahkan kadang membawa penyakit itu di kehidupan kita. Melepas kewajiban atau menerimanya adalah pilihan yang didasari rasa kemanusiaan dan tenggang rasa.

Tampak mudah baginya. Sulit diterima bagi kita.

Apakah sekarang sudah boleh berteriak: HORE?

 

hanya ingin berteriak. elegi 1 desember 2011

 

 

 

Sharing after reading, yes?

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *