Epic

Today, I will go out of town for a while. Yesterday, his granny passed away. 5 months ago, I went out of town and his brother in law passed away a day before I left.
Just coincidence I think.

Eyang putri pacar saya yang sudah dua tahun ini terbaring sakit, telah diambil Allah SWT dengan tenang. Tak ada yang pernah siap walau sudah disiapkan hati untuk melepas kepergian beliau. Apalagi si pacar adalah cucu kesayangan yang menemani beliau sejak dia kecil. Tarikan nafas beliau hilang setelah pacar pulang dari kantornya dengan terbang dan membisikkan kehadirannya.

Tak terbayangkan jika kami tinggal di ibukota. Berapa lama beliau merentang nafas menunggu kehadiran cucunya. Thank God sudah memudahkan jalannya.

Seperti biasa tetangga berdatangan, saudara berkumpul bersama. Ramai dan mungkin saya aja yg masi tertahan di kantor :d. Satu dan beberapa kalimat yang saya ingat setelah berhasil menemani pacar.

Bapak si pacar: “Calonnya anak saya yg terakhir” ketika ada tetangga yang bertanya, mbak ini siapa ya, dan hanya saya jawab teman anaknya

Bude: “Kalo ini aku tau, pasti yg sebentar lagi nikah sama faisal” doain ya bude

Ngga tau siapa: “Siapa ya?” ya siapa situ…*lama2 pusing*

Ada beberapa tahap kehidupan manusia yang membuat semua orang berkumpul. Pernikahan. Kematian.

Dan ada berpuluh orang yang sibuk di balik kedua perkumpulan itu. Saya misalnya, dari menyiapkan jajan, membereskan kursi, menerima dan melepas tamu. Di akhir kelelahan, baru saya tau…resleting celana saya kebuka..

(NengBiker/WP for BlackBerry)

Sharing after reading, yes?

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *