Pintu Rejeki

Sembilan dari sepuluh orang bilang ‘menikah itu membuka pintu rejeki’. Satu orang bapak yang menemani saya menunggu tadi sore adalah yang bilang ‘tidak selalu’.

Bapak pemilik genset dan perlengkapan pesta itu mengaku, setelah menikah kucuran rejekinya menutup perlahan sampai dia merugi hingga menyentuh angka milyaran rupiah. Puluhan tahun kemudian, barulah usahanya kembali menggeliat hingga bisa berkembang seperti sekarang. Memang dia merasa tidak berpendidikan tinggi, tapi pengalaman membuatnya belajar membaca pasar.

Dia tidak menyalahkan pernikahannya membawa kerugian, tapi itu hanyalah satu rintangan yang harus dilalui bersama keluarganya. Pintu rejeki bisa dicari dari celah yang lain. Dan dia berhasil 🙂

What’s the point?

Jangan terus percaya pada tulisan saya. Lihatlah kemampuan Anda saat ini. Pintu rejeki yang lancar setelah menikah bukan selalu anugerah, itu juga merupakaan cobaan bagaimana Anda memanfaatkannya. Apa dengan baik atau membawa keburukan.

Bapak tadi mencontohkan dengan pengalaman. Bangkrut bukan berarti dia kehilangan keluarga, justru dia semakin berhati-hati mengurus keluarganya. Menghindari sisi negatif godaan nafsu dari bidang usaha yang dia miliki dengan apik dan sesuai hati nurani serta nama baik keluarga. Dan rejeki pun datang.

Penampilanmu memang tidak mencerminkan kekayaan dan kecerdasan intelek seperti motivator di depan audiens. Tapi berhasil menambah kaya wawasan saya dalam memandang persoalan yang saya hadapi. Bahwa segala usaha, pilihan dan rejeki, itu diatur direncanakan dengan adil oleh Yang Maha Kuasa.

Tinggal kita manusia yang menentukan mau dibawa ke mana.

(NengBiker/WP for BlackBerry)

Sharing after reading, yes?

4 Comments

  • hehehe jadi inget buku ippho santosa 7 keajaiban rezeki,,, bismillah aja lah smg dg saya menikah menjadikan rizki mjd barakah… rizki tidak selalu berbentuk materi… membaca blog nengbiker.com yg menginspirasi merupakan rezeki saya hari ini,,, makasih atas kunjungannya ke blog saya ya mbak 😀 smg rezeki mbk smakin berlipat2 amin

    best regards,

    nadiyah ^_^

  • setiap keputusan membawa kita pada kemungkinan-kemungkinan sebagai konsekwensi dari perbuatan kita. makanya sangat penting untuk fokus pada apa yang sedang kita kerjakan. keluarga adalah sumber support dan kasih sayang kedua setelah Tuhan. jadi hendaknya jangan kecilkan nilainya dengan menganggap kesulitan adalah beban pribadi yang tidak dipahami keluarga kecil kita. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *