Monthly Archives: August 2011

Selamat Idulfitri 1432 H

Ramadhan tahun 2011 ini berakhir sudah. Puasa ramadhan telah dijalani oleh umat Islam sedunia. Setiap manusia yang menjalankan telah mendapatkan pengalaman masing-masing selama bulan penuh berkah ini.

Bagi yang telah menjalankan ibadah dengan maksimal, jangan berkurang semangatnya untuk beribadah dengan lebih baik lagi. Kalau selama ramadhan kemarin belum maksimal, hari ini besok dan seterusnya harus waspada. Kesempatan yang diberikan untuk hidup manfaatkan sebaik mungkin.

–dari khotbah sholat Ied di masjid Al-Manurul, sawojajar–

Selamat Lebaran, teman-teman. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita diberi umur panjang untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan. Amiin.

(NengBiker/WP for BlackBerry)

#OBLONG Part Deux

Sukses dengan #OBLONG Part One, BloggerNgalam menggandeng mas Dani Firmansyah yang kebetulan pulang kampung ke Malang untuk hadir sebagai pembicara ‘Ngeblog Aman Puasa Nyaman‘. Acara sederhana dalam suasana kekeluargaan ini juga didukung oleh Internet Sehat dan Lintas.Me yang goodie bagnya mencerahkan sore hari di Kedai Kopi Medan.¬†

Saya yang cuman pengguna blog dan pengisi admin berita di kantor, jujur ngga ngerti masalah keamanan portal tempat saya beraktivitas. Padahal saya seharusnya aware setelah Ruby Alamsyah dengan mudah mendapat password wifi di sela kunjungannya waktu itu. Ya, perasaan aman memang tidak setara untuk semua orang. Tapi setidaknya jangan sampai kita menjadi salah satu korban karena kurang berhati-hati mengakses blog pribadi, login twitter atau facebook di tempat umum. Itu keamanan tingkat pertama. Selanjutnya secara teknis kita bisa belajar security lebih lanjut ke pihak yang berkepentingan. 

Apalagi kalau blog atau microblog Anda menyangkut masalah pemerintahan, keuangan, dan militerisme. Wow, sasaran empuk. Percaya deh sama ahlinya, mas Dani. Tapi kalau blog Anda bercerita tentang traveling atau kuliner, sila daftarkan alamat blog ke Lintas.Me sebagai agregator para blogger untuk menambah daftar pengunjung ke blog Anda. Siapa tau ada pihak yang pengen ngelirik keahlian menulismu untuk mereview acara jalan-jalan. Great opportunity!

#Oblong Part Deux ditutup dengan buka bersama dan pengumuman lomba photo blog Ramadhan Fest 2011.  Alhamdulillah saya sukses merebut juara 2 dengan cerita Nia yang ga sabar nunggu jam 12 saatnya dia buka puasa bedug. Banyak rejeki yang harus saya syukuri selama bulan Ramadhan ini, hadiah pulsa dari teman @MalangKuliner mencukupi kebutuhan sampai bulan depan, hadiah dari WacoalIndonesia semoga bra cantik yang saya impikan, dan yang saya suka banget hadiah lomba foto dari BloggerNgalam, modem impian saya yang proses belinya masih saya pending2 selama 3 bulan belum terwujud juga.

Sekiranya #Oblong dilanjutkan ke episode 3, kira-kira ada obrolan apa lagi ya? Jangan lupa berpartisipasi nanti!

 

 

 

 

Pintu Rejeki

Sembilan dari sepuluh orang bilang ‘menikah itu membuka pintu rejeki’. Satu orang bapak yang menemani saya menunggu tadi sore adalah yang bilang ‘tidak selalu’.

Bapak pemilik genset dan perlengkapan pesta itu mengaku, setelah menikah kucuran rejekinya menutup perlahan sampai dia merugi hingga menyentuh angka milyaran rupiah. Puluhan tahun kemudian, barulah usahanya kembali menggeliat hingga bisa berkembang seperti sekarang. Memang dia merasa tidak berpendidikan tinggi, tapi pengalaman membuatnya belajar membaca pasar.

Dia tidak menyalahkan pernikahannya membawa kerugian, tapi itu hanyalah satu rintangan yang harus dilalui bersama keluarganya. Pintu rejeki bisa dicari dari celah yang lain. Dan dia berhasil :)

What’s the point?

Jangan terus percaya pada tulisan saya. Lihatlah kemampuan Anda saat ini. Pintu rejeki yang lancar setelah menikah bukan selalu anugerah, itu juga merupakaan cobaan bagaimana Anda memanfaatkannya. Apa dengan baik atau membawa keburukan.

Bapak tadi mencontohkan dengan pengalaman. Bangkrut bukan berarti dia kehilangan keluarga, justru dia semakin berhati-hati mengurus keluarganya. Menghindari sisi negatif godaan nafsu dari bidang usaha yang dia miliki dengan apik dan sesuai hati nurani serta nama baik keluarga. Dan rejeki pun datang.

Penampilanmu memang tidak mencerminkan kekayaan dan kecerdasan intelek seperti motivator di depan audiens. Tapi berhasil menambah kaya wawasan saya dalam memandang persoalan yang saya hadapi. Bahwa segala usaha, pilihan dan rejeki, itu diatur direncanakan dengan adil oleh Yang Maha Kuasa.

Tinggal kita manusia yang menentukan mau dibawa ke mana.

(NengBiker/WP for BlackBerry)