Etika Tinggal di Komplek Perumahan

Baru dua jam lalu saya bilang jangan egois di jalan, ternyata tetangga saya sendiri egoisnya ga masuk akal.

Seharian tadi tenang, aman dan tenteram. Jelang MotoGP berlangsung dimulailah drama di komplek perumahan yang ndilalah hanya 2 rumah dari rumah saya. Dua rumah berhadapan itu sama2 markir mobil persis besebelahan yang artinya ga bisa dilewati kendaraan lain.

Lima mobil yang lewat sudah klakson2 bising ribut di kuping. Dari ujung jalan yang satunya sana juga begitu. Opel Blazer dan Fortuner bisa dibayangkan lebarnya kan? Dan tidak satupun pemilik mobil tergerak untuk memindahkan.

Fortuner itu yang punya keluarga polisi, Blazer tu angkatan darat. Gengsi masa lalu, atasan si adek pemilik blazer adalah perempuan yang tidak jadi keluarga pemilik fortuner, aka ga jadi mantu. Dan mereka mengorbankan orang lain demi gengsinya.

Sampai detik ini, 2 jam dari mobil pertama yang terpaksa putar balik, mereka tidak berpindah tempat. Satu centimeter pun tidak.

*siapin paku buat mbaret*

*sudah diingatkan juga ngga ngefek*

Update: pagi harinya, si blazer suda masuk carport. ntah jam brapa masuknya :))

(NengBiker/WP for BlackBerry)

pagi harinya....

pagi harinya….

Sharing after reading, yes?

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *