Durhaka 2.0

Jaman memang sudah berubah. Hidup yang tadinya tenang hanya dengan telegram dan wesel, terguncang hebat seiring munculnya facebook dan twitter yang mempermudah kita menyampaikan pesan.

Just click POST dan seluruh dunia tau apa masalah kita.

Hurroc, seorang teman dalam suatu diskusi media ekspresi bilang dunia maya dengan kemudahannya berbagi, memotong jarak dan waktu dan pikiran kita untuk dengan mudah menceritakan apa yang ada di otak dan perasaan kita. Dulu kita harus ‘berusaha’ agar curhat kita didengar. Ke sahabat paling ngga harus keluar pulsa untuk telepon atau ngopi cantik sambil curhat. Sekarang? Tinggal ketik, post, dan perhatian bisa langsung kita dapatkan.

Kemudahan itu membuat kita dangkal berpikir apa yang seharusnya kita simpan dan apa yang bisa kita bagi dengan dunia. Kemudahan itu menyebabkan hal-hal tidak perlu jadi besar, aib keluarga terbongkar, rahasia teman tersebar luas, dan sungguh bikin kita tampak bodoh sebodoh2nya di depan teman.

Perhatikan contoh nyata berikut,
Good: haii, ada diskonan loh di mall sini!
Not good: ebes emes jan*uk. minta mobil ga dikasih pdhl cewe2 skrg sukanya sama cowo bermobil.

Divardha bilang: DURHAKA 2.0

Saya bilang: mau jadi apa anak2 bermental kayak gitu..

Kamu bilang?

(NengBiker/WP for BlackBerry)

Sharing after reading, yes?

12 Comments

  • Hayyah, lebay banget nyebut anak seperti itu sudah pasti durhaka dan ngejudge bakalan jadi apa anak2 bermental seperti itu πŸ˜›

    Aku menebak, pasti yang bilang seperti itu anak SMP, SMA, awal kuliah. Usia segitu biasalah punya pikiran seperti gitu, pikirannya selalu berlawanan dg kehendak kedua ortu, selalu berpikiran kalau ortu selalu mengekang, ortu adalah musuh.

    Lagi pencarian jati diri, itu wajar dan normal. Dengan semakin bertambah usia, banyak dari mereka pasti sadar. Dan jika waktu tersebut sudah tiba, mereka-mereka ini bakal sangat menghargai dan menyayangi orang tuanya.

    Salahnya anak tersebut cuma satu, mengungkapnya di jejaring sosial.

  • yep vbagas, kenapa dia mengungkapkan di jejaring sosial dan daya pikirnya yg rendah jadi kayak gituh.

    eh btw, sudah melihat di lapangan anak2 sekarang kyk gmn kan?

    • Cobalah lihat dari sudut pandang mereka. Anak-anak jaman sekarang sama saja kok dengan anak-anak jaman dulu, tidak ada yang berubah.

      Yang berubah adalah kamu, sudah memandang dari sudut pandang ortu.

      It means you’re getting older, my friend πŸ˜€

  • kalo dari sisi bahasa, durhaka itu artinya melawan, ingkar, tidak setia, membangkang, memberontak atau mengkhianati (aturan, ajaran, perintah, dll yang terikat dengan orang tua atau kekusaan yg lebih tinggi)…..meski dalam perkembangannya, pengertian durhaka jadi sangat luas dan masingΒ² individu punya definisi sendiri untuk durhaka ini.

    *tutup alkitab bahasa*

  • Anda normal kok malah seharusnya anda jadi teladan buat cowok2 lain yg belum apa2 pikirannya cuma sekitar seks ML melulu…..Soal ledekan temen2 susah juga sih kalo bergaul sama mereka yg maaf tingkah lakunya kayak binatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *