Never Stop to Learn

Jalan raya adalah tempat kita bertaruh nyawa. Tidak ada yang tau apa yang menanti kita di ujung sana. Sewaspada apa pun, bahaya selalu mengancam keselamatan kita di jalan.

Sepuluh sampai lima belas tahun yang lalu, saat saya pertama kali belajar turun sendiri ke jalan, beda jauh dengan sekarang. Dulu ketemu sesama motor itu masih cukup ruang untuk akrobat di jalan. Sekarang bergerak pun motor jauh lebih padat jumlahnya. Tetapi memang ngga mengurangi keinginan sebagian orang untuk saling serobot.

Jadi anak motor pun dulu dengan pertimbangan saya tidak perlu banyak berebut jalan. Saya belajar banyak ketika gabung bersama klub tiger waktu itu, mulai dari menempatkan dan memosisikan diri, juga menghindari kecelakaan fatal satu sama lain ketika berombongan.

1. Jangan berada tepat di belakang kendaraan lain karena jarak pandang ke depan maupun ke kondisi jalan terhalang. Posisikan sedikit zig zag agar kamu dan yang di belakangmu punya ruang yang cukup untuk ngerem atau menghindari lubang.

2. Belajar untuk memahami karakter pengendara lain di sekitar kita. Jika dia oleng sana sini, ngawur saat ambil kesempatan, pikir dua kali untuk berada di belakangnya. Segera lewati atau pindah menjauhi dia. Perhatikan kendaraan yang lebih besar, jangan asal salip, sedetik dua detik perhatikan bagaimana dia ngerem atau kondisi mobilnya. Ngga lucu saat kita ancang2 nyalip, pas di sampingnya dia oleng dan jatuh menimpamu :(.

3. Yang penting malah kelupaan, pahami tunggangan kamu. Kondisi rem, kekuatan tarikan gas, dan handling position yang tepat. Jangan sampai kemauan nyalip besar tapi kemampuan nol.

4. Pahami jalur yang sering kamu lewati untuk beraktivitas. Kenali karakter orang2 yang kamu temui setiap hari. Jangan lupa setiap persimpangan punya karakter yang beda pula. Kamu perlu tau di mana banyak orang ngawur, di jalan mana yang rusak. Lepas kacamata kuda, kita perlu lebih peduli.

5. Jalan komplek, jalan perumahan, jalan dalam gang, tidak 100% aman.

6. JANGAN ngetik sms, update status, chatting, bbm-an dan nerima telpon di jalan! Be a smart people, not only use a smart phone!

Makanya, saya kadang jadi orang cerewet untuk teman-teman saya. Saya ngga suka gagah-gagahan salip sana potong sini waktu berombongan. Karena saya ngga cuma bawa diri saya sendiri, tapi juga teman di belakang saya. Juga pengendara lain di sekitar saya. Saya hanya ngga mau mati konyol di jalan meskipun jika itu takdir saya, saya ingin dalam keadaan saya sudah melakukan yang terbaik untuk semua.

Ever think the same way with me?

(NengBiker/WP for BlackBerry)

Sharing after reading, yes?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *