Archive for June, 2010

June 29th, 2010

Rossi’s Message

Meski baru saja mengalami cedera di bagian kakinya kibat kecelakaan saat sesi latihan bebas di Sirkuit Mugello, Italia, tiga minggu lalu, juara MotoGP 7 kali, Valentino Rossi sudah berpikir mengenai waktu kembalinya dalam dunia balap.

Hal itu terungkap pada pesan yang dikirimkan oleh pembalap tim Fiat Yamaha itu kepada penggemarnya.

“Setelah tiga minggu berlalu sejak kecelakaan dan kemudian dua hari yang lalu diperbolehkan keluar dari Rumah Sakit, saya amat lega karena kemajuan proses penyembuhan ini. Saya merasa jauh lebih baik. Kini saya menjalani hidup semi-normal untuk sementara dan menunggu waktu saya kembali membalap untuk hidup yang sepenuhnya normal,’’ tulisnya.

Dalam pesan Rossi yang dilansir oleh allaboutbike, Rossi sudah sangat merindukan sepeda motor, tim, serta sirkuit balapnya dan itu mendorong semangatnya untuk segera sembuh secepat mungkin.

Untuk sementara waktu Rossi masih harus menggunakan bantuan tongkat penopang untuk melangkah serta menjalani rehabilitasi. Jika rehabilitasi yang dijalaninya berjalan lancar, Rossi berencana untuk turun pada pertandingan Czech Grand Prix yang akan berlangsung di Brno, Ceko.

“Aku akan cerita pada kalian. Tapi yang lebih penting adalah segera bertemu dengan kalian,” pungkas Rossi dalam pesannya.

http://gilamotor.com/2010/06/rossi-kirimkan-pesan-untuk-penggemarnya/

Jadi ga sabar nunggu mas rossi balik ke trek….

Bookmark and Share
June 28th, 2010

Married With Brondong – Book Review

cork-board

Buku ini aku liat di photo tag facebooknya Niea Nadya suatu sore. Iseng klik dan ngeliat komennya yang uda menginjak angka 159. Wow, wad hepen wid dis book? Ohh yang ngarang Vbi Djenggoten, nama yang sering aku baca di komen2 facebooknya Niea. Niea ini adik kelas di SMA 3 Malang dan Arsitektur Brawijaya, tempat aku kuliah dulu. Niea sekarang di Aussie, Vbi? Hmmm..actually aku ga gitu-gitu inget sama angkatan mereka kecuali Niea dan Moka. Aku justru malah inget banget sama angkatan 2001 yang pernah bertengkar hebat waktu tim basket kami bertanding di Archie Games. hehehe.

Back to the book. Bukan buku banget, tapi lebih ke komik ^^. Hun yang aku titipin beli rada skeptis dengan  judulnya yang Married with Brondong. *jleb* . Malem minggu kemarin dibeliin deh pas ke Gramedia. Alkisah Jo yang berumur 32 tahun, seorang arsitek, bertemu dengan Boo yang 7 tahun lebih muda darinya. Pertemuan chatting yang ga sengaja membawa mereka ke pertemuan-pertemuan selanjutnya yang membuat Bo menemukan garwa-sigaraning nyawa-belahan jiwanya. Ngga menunggu lama dia langsung melamar Jo dalam 3 bulan perkenalan mereka.

“Atau aku harus menunggu hingga mapan, tapi sampai kapan? 2 tahun? 5 tahun? tapi selama 2 tahun itu berapa  banyak dosa yang akan terjadi?” ~best quote~

Uih..makjleb deh. Komik novel ini bercerita lebih banyak daripada novel-novel chiklit yang biasa aku baca sambil lalu. Lebih bermakna, sarat nasihat, dan nilai-nilai kehidupan. Mereka begitu yakin menjalani hidupnya. Bikin aku iri. Dan banyak bener detil-detil menggambar arsitektur yang pernah aku pelajarin keluar di dalamnya. Seakan membawa aku kembali ke masa-masa begadang nyelesein gambar detil itu dengan coretan tangan. Go on, buy the book!

So, kapan aku nikah? Well it depends on my hun. Aku menghormati cita-cita hun yang tidak boleh menikah sampai pendidikannya di akademi yang itu tercapai. Kami juga beda 7 tahun loh *blushing*.

Jangan bertanya kapan aku nikah lagi ya. Doakan saja…amiin.


Bookmark and Share
June 26th, 2010

Blank

…lagi ga ada ide mo posting apa….

Bookmark and Share
June 22nd, 2010

Cilok

Alkisah jaman dahulu kala, ada seorang anak yang kepingin banget makan bakso tapi yang bentuknya kecil-kecil. Ukuran penting bagi dia karena kalo beli yang besar pasti cepat habis, sementara kalo ukuran kecil, bakso itu akan awet dimakan selama berjam-jam. Pedagang bakso yang mendengarnya langsung mengambil adonan dan terciptalah CILOK.

Kisah ini hanya rekaan semata….kesamaan nama dan tempat memang disengaja.

Setelah lama ngga ngerasain cilok SMA 8 depan MATOS yang legendaris, sore ini Fajar dengan baik hati membungkuskan satu untuk saya. Ada ribuan penjual cilok di kota Malang ini aku rasa, tapi cilok SMA 8 ini rasanya memang lebih ‘daging’ daripada cilok sejenis di daerah lain. Cilok SMA 8 juga eksis di ujung jembatan sukarno hatta selain ikut meramaikan di pasar tugu gajayana setiap hari minggu di depan pintu stadion gajayana.

Pertamanya sih cuman pengen tau apaan tuh yg dikerubutin orang-orang tiap hari di depan sekolah itu. Eh ternyata cilok! Jajanan ini lama sekali ngga pernah aku lihat sejak kecil. Di Madiun nama cilok ini adalah bakso kojek, pentol bakso kecil-kecil dengan bumbu kacang seperti pecel. Pindah ke Malang eh namanya jadi cilok aka  aci dicolok dengan saus tomat abal-abal, sambel dan kecap. Yang khas bandung namanya cimol kan ya?

Bahan dasarnya gampang, sedikit daging digiling bareng tepung kanji dan banyak tepung terigu. Beri garam, bawang yang banyak, dan penyedap rasa. Bentuk bulat-bulat di air panas mendidih. Siapkan bumbu saus, sambal, dan kecap. Jadi deh. Banyak yang bilang jajanan ini ga sehat, tapiiii nikmat!!!

Kerinduan akan jajan cilok ini melanda setelah setahun saya masuk pagi, karena penjualnya hanya jualan pagi hari tentu saja. Thanks to FajarMesum…kamu baik deh ^^

Bookmark and Share