Archive for November, 2009

November 18th, 2009

Love Kills

Di tengah galau karena STNK lenyap semalem dalam perjalanan pulang kantor bersama hun, menyerah dan memilih pulang untuk pasrah aja. Sempet buka fb dan ada seorang temen yang nulis

‘Sis aku barusan ngamar 3 hari di rs lavalette’.

Wing, langsung bingung nyari nopenya dia. Dan dapet dari mantan pacarnya. Sudah memasuki minggu ke2 rasanya sejak dia bermasalah dan bubaran sama pacarnya. mantannya. Sejak saat itu dia menyibukkan diri dengan aneka kegiatan menguras energi sementara dia ga bisa makan karena larut dalam sedih. Blusukan ke mana-mana hutan pantai gunung dia datangi. Sementara mantannya melarikan diri ke hedonis kota lain.

Nyaris mirip dengan ceritaku. Tapi aku sibukin di kantor, juga makan banyak dengan porsi sambel yang sama banyak.

Dan berakhir di rumah sakit selama 3 hari juga.

Kenapa mencintai begitu dalam bikin sakit fisik ya? Ngelupain memang berat, bikin ngapa2in ga enak. Dari yang biasa berdua jadi sendiri-sendiri aja. Dari yang biasa nanyain ini itu sekarang jadi sepi. Ga heran baik cewek maupun cowok yang lagi dilanda sedih bubaran pasti nyari jalan untuk melepaskan rasa itu. Korbannya biasanya dompet dan fisik. Dompet karena ga betah di ruma dan nyari keramean di luar. Fisik karena kebanyakan aktivitas dan sedikit istirahat.

Bunuh diri perlahan.

Cinta memang menyebalkan kan! Sayang aku cepet sembuh karena memang sudah ada gantinya, hihihi.. Obatilah sakit karena cinta dengan cinta. Rasanya itu yang bisa cepat menyembuhkan. Bukan pelarian. Tapi.. bisa dengan kumpul banyak teman. Cinta ga cuman dari pacar. Cinta dari teman bisa menyembuhkan. Menyebar cinta dari diri sendiri menunjukkan bisa berjiwa besar menerima kenyataan.

Semoga temanku bisa segera bangkit dari sedihnya.

Menemukan jalannya kembali untuk menikmati hidup.

*ps : i love you hun

Bookmark and Share
November 16th, 2009

How Lucky We Are

Di tengah malam yang sumuk, kami berenam mengendap-endap keluar rumah. Naik apv belanja di indomaret ambil atm, dan ngisi bensin penuh-penuh. 1 tujuan kami malam ini, ke kawah ijen. Apv menderu membelah malam disupiri ama bang ferdi dan kopilot jeng hani. Penumpang berenam tidur di belakang. Menikmati ayunan mobil goyang duyu menapaki lereng gunung ijen.

Rute menuju kawah ijen melalui malang – probolinggo – bondowoso – paltuding. Dan naik 3km dengan berjalan kaki ke kawah ijen. Menurut blog-blog lain yang pernah mengunjungi kawah ijen, jalan menuju kesana itu landai, 3km ditempuh jalan kaki itu ringan. jeeezzz.. berat sekali tauk! kemiringan bervariasi. dari landai, sampe nanjak pol. Belum lagi dengan kondisi tapak yang berpasir lepas. Salah melangkah kepleset payah tuh. Beban ini semakin berat dengan badan yang tidak terbiasa dengan rute seperti itu. Dalam hati berbisik, duuuh mending turing ketimbang hiking..

Pemandangan yang awesome sepanjang perjalanan lumayan menghibur hati. Kita naek perlahan bareng sama pekerja pengangkut belerang dari kawah ijen. Tapak mereka bener-bener ringan. Beda banget sama kita yang ngos-ngosan. Sampe puncak mordor *kata bang ferdi* subhanallah, indah banget.. difoto tu kayak ada di pegunungan alpen. Asap putih…puncak tanpa pepohonan…panas.. Merenung di pinggir kawah, sambil nunggu jeng hani dan bang ferdi yang turun ke kawasan kawah berasap belerang, kita mandangin para pengangkut belerang. Kriet-kriet bunyi bambu pikulannya mengiris sanubari, terbayang beratnya beban yang dipikul.

ijen1

read more »

Bookmark and Share
November 14th, 2009

Carrot Fingers

lucu yah? ^^

mungkin kalo wortel2 bentuknya kek gini pasti pada ga doyan makannya

Bookmark and Share
November 12th, 2009

Sang Mantan

Kisah ini pasti pernah dialami semua orang yang pernah mencinta. Satu kisah yang dilewati saat akhirnya menemukan pujaan hati dan yang menemani sampai akhir hayat. Rentetan pujian, harapan, cinta….

Dulu aku kau puja
Dulu aku kau sayang
Dulu aku sang juara
Yang slalu engkau cinta
Kini roda telah berputar

Ketika lautan kasih tenggelam berganti haluan, semua itu seakan omong kosong belaka. Teriris hati mengenang kata-kata indah, luapan emosi penuh harapan. Tapi apa daya saat berlalu, seperti tak pernah terucap kata itu dari bibirnya.

Kini aku kau hina
Kini aku kau buang
Jauh dari hidupmu
Kini aku sengsara
Roda memang telah berputar

Semu. Terpuruk dalam setiap kenangan. Melihatmu bersama yang lain. Dan mengingat jalanku bersama yang lain. Kamu memang tak pernah jauh. Tapi jauh dari cintaku. Hanya aku. Hanya aku yang mengingat semua janjimu.

Mana janji manismu
Mencintaiku sampai mati
Kini engkau pun pergi
Saat ku terpuruk sendiri
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan

Memang tak lagi ada kisah kita berdua. Tinggal aku dan kamu bersamanya. Jangan, jangan pernah lupakan janjimu. Jangan tutupi dengan cercaan seakan aku bukan apa-apamu. Ingatlah kisah kita…

Sakit teriris sepi
Ketika cinta telah pergi
Akulah sang mantan

Akulah sang mantan

Bookmark and Share