Archive for April, 2009

April 16th, 2009

Remove As Friend

kejadian lagi deh.. dari ga sengaja ngebaca nama seseorang yang aku kagumin, dan ngefans berat sama beliau, trus aku liat page profilenya.. lah kok profileku diremove as a friend sama Simbok Venus. hiks.. pantes lama tak terlihat plurknya beliau.

and it is happen twice on me. sebelumnya temen kantor yg ngremove me as his friend. karena ada permasalahan mendasar di prinsip pertemanan kami sehingga dia meminta aku klo masi mo jadi temennya aku harus add dia sama calonnya. dan sampe sekarang ga perna berkelanjutan.

itu karena kami memang ada masalah.

but, Simbok.. saya senang baca plurknya simbok. walo banyak pentung dan caci maki, dan saya cuman silent reader sedikit komen. ato karena saya perna komen di blognya Simbok? ada yg ngga berkenan kah dengan ucapan saya? jika memang ada yg kurang berkenan, maafkan saya ya Mbok.. saya tetep ngefans kok. saya tetep baca cerita2 kopdar Simbok sama temen2nya.

saya juga perna remove friends di plurk. 3 orang seinget saya. 1 selalu nyepam komen. 1 pake huruf gede kecil simbol angka2 dan bikin pusing bacanya. 1 selalu pakai ucapan yg memaki2 dan ga enak dibaca. dan mereka masuk kategori disturbing saya. mungkin saya masuk kategori itu di beberapa plurk teman, saya juga minta maaf untuk semua.

walo rasanya rada gimana klo diremove.. maafkan saya ya teman2…

Bookmark and Share
April 15th, 2009

BMW K1300R, Lighter than Before

Ready for A ride, Bro?

Sebagai kelanjutan dari generasi BMW K1200 yang dipasarkan tahun 2004, BMW kembali melepas dua varian dari K1300 yaitu BMW K1300R dan BMW K1300S. Bedanya, yang berkode S dilengkapi dengan fairing sementara yang berakhiran huruf R masuk kategori naked bike atau motor tanpa fairing. Beberapa perbaikan dari generasi sebelumnya coba ditawarkan BMW meski secara fisik tak banyak yang berubah dari generasi pendahulunya itu.

Sekilas memang seolah tak ada perubahan fisik yang terjadi walau sebenarnya di sana-sini ada bagian yang mengalami perubahan kecil, semisal desain knalpotnya. Tapi secara keseluruhan memang bukan fisik yang menjadi pertimbangan utama BMW kali ini. Mesin BMW K1300R mengalami sejumlah perbaikan yang menjadikannya lebih ‘berimbang’ dibanding dengan generasi sebelumnya.

Kapasitas mesin yang semula hanya 1.157cc didongkrak naik sampai 1.293cc. Otomatis daya yang dihasilkan mesin ini pun meningkat dari 138bhp menjadi 173bhp. Konon, versi baru ini mampu menggapai kecepatan maksimal 155 mph atau sekitar 250km/j. Itu pun kalau Anda punya cukup nyali untuk menggebernya hingga mencapai titik maksimal.

BMW menjalin kerja sama dengan perusahaan bernama Ricardo untuk merancang mesin dari BMW K1300R. Perusahaan ini juga bertanggung jawab pada pembuatan gearbox Bugatti Veyron. Hasilnya, sebuah mesin empat silinder yang bergerak lebih mulus sekaligus mengusung tenaga dan torsi yang luar biasa. Namun tentu saja mesin yang handal tak akan ada artinya tanpa chasis yang juga mumpuni. BMW berhasil memangkas sekitar 1kg dari bobot generasi sebelumnya dengan mengaplikasikan kerangka aluminium sebagai pengganti baja yang dulu digunakan.

Seperti pada BMW K1200, daya dari mesin disalurkan ke roda belakang dengan menggunakan gardan. Ini membuat perawatan sekaligus biaya yang diperlukan jadi berkurang bila dibandingkan dengan rantai. Masalah vibrasi dan konsumsi oli yang tinggi agaknya juga diperhatikan oleh BMW dan sektor ini juga sudah diperbaiki pada versi ini.

Yang sedikit janggal justru adalah wheelbase yang justru bertambah 0,2 inci. BMW K1200 disebut memiliki kelemahan pada sisi pengendalian akibat titik gravitasi dan jarak antar roda yang terlalu jauh. Ini artinya bila BMW memutuskan menambah jarak antara roda depan dan roda belakang maka kelemahan pada BMW K1200 akan bertambah buruk. Kecuali jika BMW sudah mempersiapkan ‘senjata rahasia’ lain.

*copas total dari KapanLagi.com*

Bookmark and Share
April 14th, 2009

Beach Girls

Sudah terlalu lama kami melihat lembar putih itu

Sudah terlalu lama kami terkungkung segi empat abu-abu

Sudah terlalu lama kami terdiam dalam hening bisu

Sudah terlalu lama kami tak bersua langit biru

Dan hari itu tiba

Saat ledakan kebebasan meraja

Kami beranjak naik matarmaja

Menuju kota sepi tak seperti hiruk pikuk biasa

Ini tak seperti euforia

Ini adalah gembira ria

Melihat biru laut dan horizon tak terkira

Bersama kawan adalah kebahagiaan bersama

Berat melangkah kala harus kembali

Tapi kami harus kembali

Ke ruangan itu lagi

Tapi kini dengan ceria di hati

*perjalanan bersama : Bazz, the chief excecutor,

Boo, the bocah petualang,

Erlin, the lady,

Nat, the undefined,

Meg, the saroh,

Rere, the clumat clumit,

Noph, the belah dureners,

Nila, the eater

Nengbiker, the decolgen mabukers*




Bookmark and Share
April 13th, 2009

Married, now?

Kau dengan dirimu saja
kau dengan duniamu saja
Teruskanlah teruskanlah
Kau kau begitu
Teruskanlah

sebelum melangkah ke jenjang yg lebih serius dari relationship dengan pacar, sepertinya harus banyak banyak melihat lingkungan kita sekitar. kasus ketidakpuasan dalam rumah tangga, ketidakadilan, ketidaknyamanan, kenggaharmonisan, yang intinya bukan hanya merujuk pada hubungan tempat tidur aja. ga kepikiran banget klo yg itu mah.

beberapa kali curhat sama seorang mba yang suda berkeluarga tetapi belom dapet momongan, sementara temen2nya dia sudah punya 1 2 anak. dia kehilangan teman2nya yg sudah sibuk dengan keluarganya tersebut. ngga bisa nyalahin dong, gimana juga tuntutan hidup perempuan adalah mengurus keluarga. dan tuntutan hidup laki2? masih boleh keluarga dinomor duakan. percaya? contohnya komunitas tiger dan airsoftgunku. hanya sedikit yang membawa keluarganya. tidak sedikit yg istrinya nungguin anak di rumah dan para lelaki mencurahkan perhatian ke hobinya. adilkah? mungkin para lelaki beralasan, kita kan yg mencari nafkah? nah klo perempuan yg mencari nafkah, apakah boleh dibiarkan menekuni hobinya?

belum lagi curhatan seorang ibu yg suaminya tergila2 pada hobinya. sudah uangnya dibuat modali hobi, barang2 hobinya bergeletakan aja di rumah dia yg harus beres2in, juga waktu sang suami di rumah dipakai untuk ngurus barang2nya tersebut. padahal istri bole juga dong memiliki waktu pribadi untuk dirinya sendiri, bersosialisasi dengan teman, hobi ke salon, dan apa lah. aku melihat ibuku sendiri, yg mengorbankan kuliahnya demi mengurus keluarga. jauh dari keluarga besarnya. tapi beliau tetap bisa menerima keadaan.
haruskah aku seperti itu nanti?

hunnie bunnie sweetie baby sempat meyakinkan, karena kita memiliki hobi yang sama keinginan yang sama, walau dengan intensitas berbeda, kami masih akan tetap memiliki waktu untuk bersenang2 dengan lingkungan masing2. dia mencontohkan ketika aku cukup senang melihat si mba tadi selalu berada di sekitar suaminya. karena mereka sama2 pekerja lepas, jadi mereka memiliki banyak waktu bersama. si suami juga tampak senang karena si mba bisa selalu ada bwt dirinya, di tempat kerja maupun di hobinya. sementara si ibu tadi memilih menunggu saja di rumah daripada melihat suaminya menekuni hobinya, tapi dengan keinginan kuat dalam hati, dia akan kembali terjun pada pekerjaannya setelah anak2nya mandiri.

namun berapa banyak perempuan di luar sana yg tidak bisa menyuarakan kata hatinya setelah pernikahan?
jadi, menikah memang suatu pilihan. kita sendiri yang akan memutuskan kapan, bagaimana dan dengan siapa kita akan menghabiskan sisa waktu yg kita miliki.

aku berpegang pada, menikahlah dengan teman, yg sudah saling mengerti pribadi masing2, bagaimana harus berbicara, bagaimana dukungan yg dibutuhkan dan bagaimana merasa nyaman satu sama lain.

dan kalau ditanya kapan? aaaah ntar laaah….

Bookmark and Share