Scandal of The Week

butuh banget nih. scandal yang lama suda dedel penghubungnya. lepas-lepas gitu manik-maniknya. iya, scandal jepit dari bali yang warna biru ituh. lumayan bertahan hampir 6 bulan. suda sampe jakarta n kemarin tewas dengan sukses saat pulang dari sempu. dan karena klo jalan-jalan seneng pke sendal berhak plus juga jarang jalan-jalan, seringnya nungkrung ngopi gitu, yang mana dress codenya selalu hitam-hitam trus pasti bersneakers. so semakin jarang pke scandal, jadi lupa klo scandal jepitnya putus. besok pake scandal apa ya ke sempunya… hmmm.. pke boots aja dew, lha wong turing je..

scandal yang laen adalah…Jreng Jreng!! Mr D kemarin senyum maniiisss ke neng. hiyahahaha… seminggu ga masuk kan dia kemaren, trus pas masuk ruangan semalem dia sedikit kaget kali yeee, dikirain ada anak baru di kantor. kaget-kaget en kompensasinya senyam senyum. ugh padahal suda sekian lama dirimu suda neng coret dari daftar tepe tepe gara-gara sering bersuara aneh di kantor. yang bikin neng n dodz ketawa sembunyi-sembunyi soalnya dia bersuara aneh itu mesti pas hening cuman ada kita bertiga di ruangan. ilfeel deh! tapi aduh.. jadi deg-degan lagi ngliat senyum ituh. cyeeee….

jadi pengen ngetab lagunya Yovie n Nuno, dia milikku lens! hahahahaha…

Dia Milikku

Semula, ku tak tau, engkau juga, ‘kan ingin,memilikinya.
Bukankah ku lebih dulu, bila engkau teman ku, sebaiknya tak  mengganggu.

Dia untuk ku, bukan untuk mu. Dia milik ku, bukan milik mu.
Pergilah kamu, jangan kau ganggu, biarkan aku mendekatinya.
Kamu, tak akan mungkin, mendapatkannya, karena dia,
berikan aku, pertanda juga, janganlah kamu banyak bermimpi oh…
Dia untuk aku.

Bukankah, belum pasti, kamu juga, ‘kan jadi, dengan dirinya.
Dia yang menentukan, apa yang ‘kan terjadi, tak usah mengatur ku.

Dia untuk ku, bukan untuk mu. Dia milik ku, bukan milik mu.
Lihatlah nanti, lihatlah saja, biarkan aku mendekatinya.
Kamu, tak akan mungkin, mendapatkannya, karena dia,
berikan aku, pertanda juga, janganlah kamu banyak bermimpi oh…

Ku sarankan, engkau mundur saja. Dia untuk ku, Dia untuk ku.
Dia milik ku, Dia milik ku. Lihatlah nanti, lihatlah saja,
biarkan aku mendekatinya. Kamu, tak akan mungkin,
mendapatkannya, karena dia, berikan aku, pertanda juga,
janganlah kamu banyak bermimpi oh… Dia untuk aku. (bukan)
Dia untuk aku.

*lagu yang lucu, enak di denger*

Sharing after reading, yes?

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *